SUKABUMI – Sejak Januari hingga Agustus 2017 terjadi 117 kasus bencana mulai dari kebakaran, longsor hingga banjir.diĀ Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan mengatakan pada Selasa (17/10/2017) bahwa bencana longsor masih menjadi yang terbanyak dengan jumlah kejadian sebanyak 38 kali.
Menurut peta rawan bencana hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana menyebutkan bahwa di Kota Sukabumi titik-titik rawan bencana yaitu di kecamatan Gunungpuyuh dan Kecamatan Cikole.
Adapun di kecamatan Gunungpuyuh potensi terjadinya longsor berada di fokus wilayah Kelurahan Karangtengah, Karamat dan Sriwedari. Sedangkan di Kecamatan Cikole terfokus di wilayah Kelurahan Cisarua dan Subangjaya.
Sementara, untuk total kasus bencana dari Januari hingga Agutus kebakaran 17 kasus, banjir 16 kasus, angin topan empat kasus, gempa bumi 18 kasus dan cuaca ekstrim 24 kasus.
Asep mengatakan, seperti dikutip Antara, sejauh ini bencana longsor yang terjadi di Kota Sukabumi masih tergolong skala kecil yang tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah. Namun, hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena perlu dilakukan penanganan dan antisipasi agar tidak mengganggu keselamatan jiwa dan akses jalan.
Untuk menanggulangi bencana pihaknya sebelumnya telah melakukan imbauan kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan agar waspada. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk bisa melakukan persiapan antisipasi terjadinya bencana.




