Tahun 2021, Indonesia Nyatakan Terus Berkontribusi dalam Isu Rohingya, Palestina dan Afghanistan

Ilustrasi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin debat terbuka Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (7/5/2019). (Kemenlu RI)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan Indonesia menyatakan akan terus berkontribusi untuk memajukan berbagai isu kawasan dan dunia dalam prioritas diplomasi di tahun 2021.

Diantaranya Menlu Retno menyatakan berkontribusi pada isu Rohingya, dimana Indonesia berharap ‘Comprehensive Need Assesment’ dapat segera dilakukan oleh Sekretariat ASEAN untuk mendorong repatriasi secara aman, sukarela dan bermartabat para pengungsi Rohingya.

“Indonesia akan terus berusaha agar terdapat kemajuan penyelesaian isu Rakhine State,” kata Retno Marsudi dalam pidato tahunannya pada Rabu, dilansir Anadolu.

Pada tahun 2020, atas dasar kemanusiaan, Indonesia telah menampung sementara dua gelombang pengungsi Rohingya dengan Jumlah total 396 orang.

Indonesia berharap dengan selesainya Pemilu di Myanmar komitmen penyelesaian akar masalah dan penciptaan kondisi kondusif di Rakhine State dapat dimulai kembali.

“Myanmar adalah rumah bagi mereka dan dunia berharap mereka dapat pulang dengan sukarela, aman dan bermartabat,” kata Retno.

Selain itu, Indonesia juga berperan serta pada isu Palestina,  “Dukungan terhadap bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaannya akan terus dilanjutkan,” tegas Retno.

Pada akhir 2020, Indonesia kata Marsudi, sempat diberitakan seolah akan segera membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Hingga saat ini tegas Marsudi, tidak terdapat niatan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Indonesia juga akan terus memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two-state solution dan berdasar parameter internasional yang telah disepakati.

Dalam komunikasinya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 16 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi kata dia juga menegaskan Indonesia tidak memiliki niat untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Selain Palestina dan Rohingya, Indonesia juga akan terus berperan aktif dalam mendorong proses perdamaian yang inklusif di Afghanistan.

Dalam tiga tahun ke depan, Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan bantuan sebesar USD5 juta dengan fokus pemajuan nilai-nilai Islam moderat dan penguatan peran perempuan di Afghanistan, termasuk melalui mekanisme kerja sama trilateral dengan negara mitra.

Advertisement