Tak Ada Jembatan, Warga Dua Desa di Kuningan Puluhan Tahun harus Jalan di Sungai untuk Beraktifitas

JAKARTA, KBKNEWS.id – Puluhan tahun warga Desa Cipakem, Kecamatan Maleber dan Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan harus beraktifitas dengan berjalan melewati Sungai, karena tidak adanya fasilitas jembatan penghubung desa.

Diketahui kedua desa tersebut dipisahkan oleh Sungai Sirigading, dan warga  harus menyeberangi derasnya arus sungai Sirigading untuk beraktivitas ke desa lain setiap hari.

Potret kesulitan warga kedua desa itupun mendapat sorotan setelah ramainya pemberitaan, dan mem buat Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar  langsung meninjau lokasi tersebut. Ia memastikan, pembangunan jembatan gantung segera dilakukan.

Dian menyebut, pembangunan jembatan gantung itu merupakan kerja sama antara Pemkab Kuningan, Yayasan Harmoni Nusa, dan masyarakat setempat. Proses pembangunan jembatan itupun langsung dimulai kemarin.

“Panjang jembatan sekitar 40 meter dengan lebar 1,2 meter. Targetnya, jembatan bisa digunakan maksimal dalam 1,5 bulan atau sebelum Idul Adha,” terang Dian, didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Teddy Sukmajayadi.

Saat menelusuri Sungai Sirigading, Dian berpapasan dengan salah seorang guru SDN 4 Cipakem yang baru pulang mengajar. Guru itupun mengungkapkan tantangan yang ia dan siswanya hadapi setiap hari.

Selama lima tahun mengajar di Dusun Seklok, guru tersebut harus menyeberangi sungai dari rumahnya di Cisalak. Ketika hujan deras mengguyur dan sungai meluap, terpaksa absen karena risiko keselamatan.

“Semoga jembatan ini segera dibangun agar anak-anak bisa sekolah dengan lebih mudah dan aman,” harapnya, dilansir kuninganmas.com.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here