
NEW TORK – Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan AS tidak akan menarik pasukannya keluar dari Suriah sampai tujuan Washington tercapai.
Menurut Haley, tiga tujuan untuk AS adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dengan cara apa pun yang menimbulkan risiko bagi kepentingan AS; ISIS dikalahkan; dan ada sudut pandang yang bagus untuk melihat apa yang sedang dilakukan Iran.
“[Ini adalah tujuan kami] untuk melihat pasukan Amerika pulang, tetapi kami tidak akan pergi sampai kami tahu kami telah mencapai hal-hal itu,” kata Haley di Fox News, Minggu (15/4/2018).
Dalam sebuah wawancara terpisah, Haley mengatakan bahwa AS sedang menyiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dukungannya yang berkelanjutan dari Presiden Suriah Bashar-al Assad.
Haley menambahkan sanksi akan diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Senin (16/4/2018).
“Mereka akan pergi langsung ke perusahaan apa pun yang berurusan dengan peralatan yang berkaitan dengan Assad dan penggunaan senjata kimia,” katanya.
Haley juga mengesampingkan perundingan satu-satu antara Presiden Assad dan AS mengenai krisis Suriah.
Dia mengatakan Suriah sejauh ini menolak untuk mengambil bagian dalam negosiasi multilateral sebagai bagian dari proses politik yang difasilitasi oleh PBB, menambahkan bahwa Suriah tidak “layak” untuk pembicaraan langsung dengan Washington.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia telah meyakinkan Trump untuk mempertahankan pasukan di Suriah.
“Kami meyakinkannya bahwa perlu untuk tetap di sana. Kami memiliki legitimasi internasional untuk bertindak dalam kerangka ini,” kata Macron dalam wawancara yang disiarkan oleh BFM TV, radio RMC dan berita online Mediapart, yang dipantau Aljazeera.
“Kami memiliki tiga anggota Dewan Keamanan [PBB] yang telah melakukan intervensi,” tandasnya.




