GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan aksi mogok kerja yang dilakuka oleh petugas kebersihan rumah sakit Gaza membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pemogokan pekerjaan perusahaan pembersih (di rumah sakit) merupakan ancaman langsung bagi kesehatan lingkungan dan pasien rumah sakit di Gaza karena pemborosan medis,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.
Petugas kebersihan rumah sakit melakukan mogok kerja untuk menuntut pembayaran kembali mereka yang terlambat dari Kementerian Kesehatan Palestina.
Kementerian tersebut memastikan bahwa 832 petugas kebersihan tidak menerima gaji selama lima bulan terakhir.
Namun, penghentian pembersihan akan memiliki keterpaparan berbahaya terhadap penyakit lain di rumah sakit.
Krisis pembersihan akan berdampak buruk pada 40 ruang operasi, 11 unit persalinan, serta 110 pasien di unit perawatan intensif, 113 bayi di unit persalinan dan 702 pasien mendapatkan pengobatan gagal ginjal.
Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa 50 laboratorium akan kekurangan layanan, sebagaimana dilansir Anadolu, Senin (12/2/2018).





