JAKARTA – Pancaran sinar matahari siang itu terasa sangat terik. Panasnya cukup membuat tenggorokan kering. Namun cuaca yang tak bersahabat bagi lansia itu tidak mebuat Suprapto mundur. Ia tetap nongkrong di pinggir jalan menjajakan jasa isi ulang korek gas.
Bagi Suprapto usai 73 tahun tak dijadikan hambatan baginya untuk mencari nafkah. Menurut netizen bernama @is.shana Suprapto setiap hari kerap mangkal di seberang trotoar Lapangan Futsal FIK UNY, Yogyakarya.
Sejak @is.shana memviralkan Suprapto di akun @Ketimbang.Ngemis.Yogyakarta perjuangan hidup Suprapto viral.
“Beliau jualan gas isi ulang yang harganya 5000 lebih murah dibanding yg biasa dijual di supermarket. Harga gas mbah suprapto sebesar 13.000,” tulis @is.shana dalam tautannya.
Yang membuat miris ternyata Suprapto hidup sebatang kara. Istrinya telah lama meninggal dunia akibat sakit tumor sedangkan ketiga anaknya tinggal di Jakarta dan Bekasi.
Setiap harinya Suprapto biasa keluar rumah pukul setengah 8 pagi. Namun bukan berarti semakin pagi ia semakin cepat menadapat rezeki. Meski sudah keluar lebih awal, dikatakan @is.shana sampai dengan pukul 1 siang Suprapto tak jarang masih belum mendapatkan pelanggan.
“Kalau nggak laku gimana mbah? Mbah tetep pulang ?” Dan sekali lagi beliau menjawab sambil tersenyum, “Yaa pulang mbak. Nggak papa namanya juga jualan kadang laku kadang enggak. Prihatin mbak,” begitu percakapan singkat anatara @is.shana dan Suprapto.





