Tak Kunjung Reda, Banjir Rob Semarang Jadi Persoalan Nasional

Ilustrasi banjir Semarang/ Sindonews

SEMARANG – Banjir rob yang terjadi di Semarang tak kunjung reda, dan bisa dikatakan sudah menjadi persoalan nasional. Untul itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang meminta pemerintah pusat tutun tangan dalam menanganinya.

“Kami mengapresiasi rob di Kota Semarang yang sudah menjadi persoalan nasional,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Semarang Suharsono di Semarang, Selasa (12/7/2016).

Ia menilai persoalan rob di Semarang sudah pelik. Seiring dengan itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu mengatakan pemerintah pusat wajib memperhitungkan penanganan rob sebagai prioritas pembangunan yang dilakukan ke depan.

Diberitakan Antara, menurutnya selama ini masyarakat Kota Semarang sudah melekat dengan stigma kotanya yang identik dengan rob dan banjir, terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir Kota Atlas.

Untuk itu, sebagai tolok ukur kemajuan pembangunan Jawa Tengah, kata dia, penanganan rob dan banjir di Kota Semarang harus diutamakan di antara program-program pembangunan yang lainnya.

“Semarang merupakan ibu kota provinsi. Pemerintah pusat harus bersama-sama pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terbaik mengatasi rob,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia juga menilai Pemerintah Kota Semarang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menangani, namun banjir rob tak kunjung reda.

“Pemkot Semarang sudah maksimal meski belum mampu menuntaskan rob. Kami akui memang luas genangan, ketinggian, dan waktu genangan (rob, red.) memang sudah relatif berkurang,” katanya.

Selain itu, menurutnya kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi rob dan banjir juga penting dengan menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak ada lagi smapah di saluran dan sungai.

“Untuk mengatasi rob dan banjir, solusinya memang tidak dengan meninggikan jalan. Namun, pembenahan sungai, seperti normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur. Itu harus diprioritaskan,” katanya.

Pembenahan lainnya, kata dia, perlu dilakukan terhadap sungai-sungai lainnya. yakni Sungai Tenggang, Sungai Beringin, dan Sungai Beringin agar persoalan banjir dan rob bisa dituntaskan.

Advertisement