ACEH – Rahmati, seorang anak berusia enam tahun tetap ceria menjalani hari-harinya dengan kondisi tanpa kedua lengan dan kaki kanannya lebih panjang dari kaki kiri.
Anak ketiga dari pasangan suami istri, Marzuki (44)-Ainun Mardhiah (42), warga Dusun Cot Balam, Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya tersebut lahir dengan cacat bawaan. Namun dalam kondisi yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap itu, Rahmati tumbuh layaknya anak-anak lain yang terlahir normal.
Menurut ayah dan ibunya, dalam usia yang baru enam tahun, Rahmati sudah berupaya untuk tidak terlalu tergantung dengan orang lain. Dia sudah bisa makan, minum, dan mandi sendiri menggunakan kedua kakinya dan membersihkan bagian belakang dengan cara menggosokkan ke dinding.
Ia juga terus belajar seperti menulis dengan mengapit pulpen di jari kaki kirinya yang kecil dan belajar memakai baju.
Saat makan, Rahmati lebih memilih tak memakai sendok, tapi lebih suka menggunakan kakinya.
“Kami terharu melihat semangat hidupnya. Kasih sayang kami, termasuk dari abang dan kakaknya semakin tercurah pada Rahmati,” ujar sang ibu, dilansir Serambi, Selasa (15/8/2017).
Rahmati juga seperti anak lainnya kini sudah bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Cot Trap, Kecamatan Teunom.
Marzuki yang sehari-hari bekerja sebagai petani terus berupaya membekali putra-putrinya dengan pendidikan. Tahun 2016 lalu Dinas Soal Aceh Jaya membantu uang dan satu unit kursi roda.
Marzuki dan istrinya berharap Rahmati dapat terus tumbuh dan berkembang layaknya anak seusinya meski ada kekurangan, dan tetap mengenyam pendidikan.





