Tanah Gerak di Purwakarta Dipicu Pelunakan Struktur Tanah

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bencana pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dipicu oleh akumulasi air tanah yang memicu pelunakan struktur tanah di bawah permukaan.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa gerakan tanah di wilayah itu diawali dari interaksi antara air tanah dan bidang kontak geologi antara lapisan endapan vulkanik tua dan batuan serpih yang berada di bawahnya.

“Air tanah yang terakumulasi di bidang kontak itu meningkatkan tekanan pori dan menyebabkan daya ikat tanah menurun. Serpih yang berinteraksi dengan air menjadi plastis dan melunak, sehingga kestabilan lereng di atasnya terganggu,” ujarnya.

Badan Geologi menilai kondisi itu makin berisiko ketika terjadi hujan terus-menerus, karena air yang merembes ke dalam tanah membuat bidang gelincir menjadi lebih licin dan rentan bergerak. Akibatnya, lapisan tanah di atasnya mengalami pergeseran yang disebut gerakan nendatan.

Wafid menyebutkan bahwa gerakan tanah ini ditandai dengan munculnya retakan, amblesan, dan lendutan di kaki lereng akibat tekanan dari material di atasnya.

“Gerakan ini bisa terus berulang jika tingkat kejenuhan air tanah tidak segera menurun atau ditangani secara struktural,” kata dia.

Data BPBD Kabupaten Purwakarta hingga 17 Juni 2025 mencatat dampak bencana berupa 69 rumah rusak, satu rumah ibadah terdampak, dan 256 jiwa mengungsi. Satu ruas jalan antar desa juga terputus, meskipun tidak ada korban jiwa.

“Warga harus tetap waspada, terutama ketika curah hujan meningkat, serta menghindari aktivitas berat di sekitar kaki lereng. Kegiatan bertani masih dapat dilakukan, namun perlu mempertimbangkan kondisi tanah secara berkala,” kata Wafid, dikutip Antara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here