Tanggapan Israel VS Palestina Terhadap Hasil Sidang Majelis Umum PBB

Ilustrasi Sidang Umum PBB. Foto: UN

YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk menolak hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB dan menyebut PBB sebagai “rumah bohong”.

Setelah itu dia mengatakan dalam sebuah pernyataan,  “Israel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas pendiriannya yang tegas atas Yerusalem dan terima kasih kepada negara-negara yang memilih berdampingan dengan Israel, di samping kebenaran.” ujarnya.

Dalam sidang MU PBB, dari 193 anggota, 128 menyetujui resolusi PBB yang menentang pengakuan Trump, dan 35 abstain, serta sembilan menolak.

Sementara itu seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pemungutan suara “sebuah kemenangan untuk Palestina”.

Dalam pidato sebelum pemungutan suara, perwakilan tetap AS Nikki Haley menekankan bahwa keputusan AS tersebut tidak menjadi masalah status akhir Yerusalem, dan tidak menghalangi solusi dua negara jika para pihak menyetujui hal tersebut.

“Amerika Serikat akan ingat hari ini, di mana ia dipilih untuk menyerang di Majelis Umum karena tindakan kita menjalankan hak kita sebagai negara yang berdaulat,” katanya, dilansir BBC.

“Amerika akan menempatkan kedutaan kita di Yerusalem Itulah yang orang Amerika inginkan agar kita lakukan Dan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan Tidak ada suara di PBB yang akan membuat perbedaan mengenai hal itu.” tambahnya.

 

Advertisement