JOMBANG – Warga Jombang, Jawa Timur diminta waspada akan curah hujan yang masih tinggi hingga Februari karena menurut BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat Jombang dikepung oleh beberapa tanggul kritis.
Bukan hanya tanggung Sungai Gunting yang kondisinya mengkhawatirkan jika debit air tinggi, ada banyak tanggul yang kondisinya serupa.
Tanggul kritis itu tersebar di sejumlah daerah aliran sungai. Diantaranya, Sungai Pilang Hilir, Sungai Konto, Sungai Ngotok Ring Kanal serta Sungai Marmoyo.
“Curah hujan masih tinggi hingga Februari. Padahal di Jombang masih banyak tanggul kritis yang tersebar di empat sungai. Makanya kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada,” ujar Kepala BPBD Jombang Nur Huda, Selasa (31/1/2017).
Menurutnya tanggul yang masuk kategori kritis mempunyai kategori khusus. Semisal terdapat retakan pada badan tanggul, kemudian tanaman yang ada di tanggul mulai gundul. Hal-hal tersebut, menurutnya, sangat rawan jika debit air sungai cukup tinggi.
Nur Huda merinci, titik kritis tanggul Sungai Gunting, berada di Desa Betek dan Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. Kemudian Desa Talunkidul dan Desa Balongsono di Kecamatan Sumobito. “Sedangkan Kecamatan Mojowarno, tanggul kritis berada di Desa Selorejo, Desa Catakgayam serta Desa Mojojejer,” urainya.
Sementara itu, tanggul kritis Sungai Konto berada di sepanjang Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Untuk Sungai Pilang Hilir, lanjutnya, tanggul kritis berada di belakang Pasar Perak dan dekat Masjid Perak.
“Sekali lagi, karena curah hujan masih tinggi, masyarakat harus hati-hati. Kita juga sudah melakukan kordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas Jatim,” pungkasnya, seperti dilansir beritajatim.





