BEKASI – Tanggul darurat yang dibangun di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, retak, dan membuat warga sekitar kembali dihantui banjir besar.
Tanggul darurat ini didirikan di dinding Sungai Citarum, tepat di titik di mana tanggul sempat ambruk pada Februari 2021, yang sempat merendam sembilan desa dengan ketinggian mencapai dua meter dan membuat ribuan warga mengungsi.
Kini tanggul yang dibuat dari batu alam dan ditopang tumpukan karung pasir ini kembali retak. Bahkan, retaknya tanggul semakin parah hingga sepanjang 450 meter dan dikhawatirkan kembali jebol.
Camat Pebayuran, Hanip Zulkifli berharap tanggul ini segera diperbaiki karena membahayakan warga sekitar.
”Jadi bukan cuma retak lagi, tapi permukaannya sudah turun, menyusut. Kalau yang retak tadinya cuma 80 meter sekarang jadi 450 meter, jadi harus segera ini dibenerin. Sudah kita laporkan kepada intansi terkait,” katanya,dikutip Sindonews.
Hanip mengatakan, kondisi ini telah dilaporkan ke BBWS Citarum. Rencanannya perbaikan masih menunggu hasil tender. Hanya saja, kata dia, bukan Babakan Banten saja yang tanggulnya rusak, namun ada setidaknya 37 titik tanggul kritis di Pebayuran. Tanggul itu merupakan kesatuan dari Sungai Citarum yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
”Kami berharap secepatnya karena kan ini mau masuk musim hujan. Kan pembangunan tidak cepat, maka dari itu diharapkan dapat segera terealisasi. Katanya masih tender tapi mungkin baru yang Babakan Banten, sedangkan yang 37 titik lainnya belum. Warga disini sudah resah dan terus melaporkan retakan tanggul,” ungkapnya.





