Tanpa Kenakan Baju, Pria ini Bersepeda Sambil Kampanyekan Anti Narkoba

JAKARTA – Sepeda berwarna merah itu melaju kencang. Aspal jalur Pantura yang panas, tak menjadi masalah baginya. Klakson kendaraan besar yang mendahuluinya hanya ia hadapi dengan terus menggowes.

Kendati bersepeda di jalur utama, namun hanya kulit tubuh berkelir sawo matang yang melindungi Bilal Madukoro dari terpaan debu dan angin jalan raya. Bilal tak semata bertelanjang dada, di punggungnya tersemat tulisan berwarna putih dengan kalimat ajakan anti narkoba.

Dilansir dari Tribunjogja, Bilal merupakan warga Wonocatur, Banguntapan, Bantul, DIY. Pecinta olahraga sepeda itu menuturkan, apa yang dilakukannya adalah wujud pertobatan dirinya untuk menjadi lebih baik.

Bilal ternyata seorang pecandu narkoba dan kerap minum-minuman keras, sehingga dalam membina rumah tangga dia kerap menuai kegagalan. Hingga pada akhirnya saat menggelar pernikahan yang ke-3 kalinya Bilal mendapat pencerahan dari istrinya.

“Habis nikah itu pesta, mabuk-mabukan di tengah-tengah acara istri saya bilang, ‘Kok punya suami dua kali pemabuk, kalau suami saya mati lagi karena hal yang sama gimana? Denger kata-kata itu saya kaya kepanah, mak jleb gitu, dan besoknya langsung ingin berhenti mabuk dan meninggalkan barang berbahaya itu,” ucap Bilal.

Bak gayung bersambut, suatu hari Bilal didatangi teman SD-nya untuk bersepeda, tapi dia sempat tak tertarik dan mencemooh ajakan tersebut. Namun sekali dimenggowes Bilal mengaku ketagihan, bahkan dia mendapatkan suatu hal yang selama ini dibutuhkannya untuk merubah hidupannya ke arah yang lebih baik.

“Awal nyepeda itu dari teman SD yang sudah 17 tahun tidak ketemu dan mampir ke rumah saya usai bersepeda. Saya ngomong ngawur saat itu, tapi dia bilang ayo coba dulu, setelah saya coba kok menyenangkan dan saya langsung ke Bali nyepeda itu,” kenangnya.

Mengenai alasannya berkampanye yang bermuatan anti narkoba dilakukannya juga bukan tanpa alasan, hal itu dimulainya saat mendapati 17 temannya meninggal karena meminum miras oplosan. Dari hal tersebut Bilal kerap bersepeda keliling DIY hingga Provinsi lainnya seperti Jakarta, Bali dan ke Malang pada Febuari mendatang.

“Mulai kampanye seperti ini sudah satu tahun setengah, pakai jersey kulit (tanpa baju) karena terinspirasi alm bapak saya kalau ke sawah nggak pakai baju dan kemana-mana itu nyepeda dan karena ingin tampil beda juga,” ujarnya

Advertisement