Terancam Bencana Pergerakan Tanah, Warga Tugurejo Minta Direlokasi

Foto Ilustrasi

PONOROGO – Warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo meminta direlokasi karena takut dan khawatir akan bencana tanah gerak yang sempat terjadi beberapa saat lalu.

Sejumlah bangunan rumah di desa itu banyak yang sudah dirobohkan dan beberapa bangunan rumah juga terlihat rusak parah dengan dinding rumah retak-retak. Selain itu, lantai rumah warga juga terlihat retak dan membelah karena tekanan dari tanah gerak.

Salah satu warga, Soinem (70), mengatakan dirinya beserta keluarga masih bertahan di rumah yang sebagian besar bangunannya sudah roboh karena terdampak tanah gerak. Dirinya mengaku takut selama tinggal di rumahnya itu, karena terkadang getaran masih terus terjadi.

Soinem mengaku ingin secepatnya pindah dan memiliki rumah yang lokasinya aman. Ketakukan Soinem dan anggota keluarganya semakin menjadi-jadi saat hujan mengguyur.

“Saat hujan, kami sekeluarga mengungsi di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah. Kalau tinggal di rumah sangat membahayakan. Kami sebenarnya capek karena harus mengungsi setiap saat,” jelasnya, Kamis (12/1/2017).

Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi bagi warga yang rumahnya sudah dibongkar dan saat ini tinggal ditempat seadanya. Dia juga berharap pemerintah segera merelokasi warga yang terdampak bencana alam ini.

“Di sini sudah tidak aman, sering teejadi guncangan. Kami berharap pemerintah bisa segera merelokasi ke tempat yang aman,”  kata dia, dikutip dari beritajatim.

Warga Desa Tugurejo lainnya, Buyamin (70), menyampaikan harapan yang sama. Dia berharap pemerintah segera menyarikan tempat layak bagi warga terdampak bencana tanah gerak.

Buyamin menuturkan dalam sepekan terakhir tanah gerak telah merusak lantai rumahnya dan membuat bangunan rumahnya goyah. Sehingga saat hujan turun, dia beserta istri dan anaknya langsung mengungsi ke tenda pengungsian.

“Saya di sini sudah lama, baru kali ini mengalami bencana tanah gerak yang sangat parah. Ini lantai rumah saya sampai merekah,” terang dia.

Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, mengatakan hingga saat ini ada enam rumah di Desa Tugurejo yang dibongkar karena kondisinya membahayakan. Selain itu, 31 rumah lainnya juga mengalami kerusakan di berbagai bagian rumahnya.

Dia mengatakan relokasi warga yang terdampak masih menunggu kebijakan dari Pemkab Ponorogo. Namun, pihaknya mengklaim sudah melaporkan dan mengajukan relokasi ke pemerintah kabupaten.

“Selama ini solusi yang ada yaitu saat hujan warga akan tinggal di pengungsian. Untuk kebutuhan logistik sudah terpenuhi, korban mendapat bantuan dari pemerintah dan komunitas sosial,” pungkasnya.

Advertisement