CILACAP – Curah hujan di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meningkat lebih dari 100 persen akibat fenomena La Niina.
Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan selama Oktober akumulasi curah hujan di wilayah Kecamatan Binangun mencapai 791 milimeter, Kecamatan Adipala mencapai 815 milimeter, dan Cilacap Kota mencapai 750 milimeter.
“Padahal dalam kondisi normal curah hujan pada bulan Oktober di Cilacap bagian selatan dan timur sebesar 328 milimeter,” katanya.
Teguh mengimbau warga Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina moderat, yang diprakirakan masih memengaruhi curah hujan selama November 2020.
Dia mengatakan, menurut prakiraan curah hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jawa Tengah masih tinggi selama November.
“Curah hujan pada bulan November untuk wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen diprakirakan berkisar 300 milimeter sampai di atas 500 milimeter. Jadi, kriterianya tinggi sampai sangat tinggi,” katanya.
Teguh mengatakan sifat hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan sebagian pegunungan tengah secara umum masuk dalam kategori normal. Namun, ada beberapa daerah yang curah hujannya masuk kategori di atas normal.
“Itu karena La Nina moderat diprediksikan berpengaruh pada bulan Oktober hingga November, sedangkan bulan Desember-Januari memang puncak musim hujan. Dengan demikian, hujan ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi sampai bulan Januari,” katanya.




