Terduga Ddifteri di NTB Bertambah Jadi Delapan Orang

ilustrasi

MATARAM –  Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Kesehatan NTB mengatakan gejala terduga difteri di Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi delapan orang, sebelumnya hanya lima orang.

Namun dari delapan orang, lima orang yang sebelumnya di rawat di RSUD Bima sudah dipulangkan karena setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif.

Sementara, tiga warga Lombok lagi masih dirawat di RSUD Provinsi NTB di kota Mataram. Ketiga warga yang dirawat tersebut, yakni Ibnu Khalil (11) asal Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Humaira Airlangga (5) dari Labuapi, Lombok Barat, dan Mulyani 28 tahun dari Kayangan.

“Itu baru suspect dan secara klinis hasil pemeriksaan di RSUD mudah- mudahan negatif dan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD juga negatif,” jelasnya.

Saat ini kata dia, kondisi tiga pasien yang dirawat perkembangan baik, tetap dilakukan pemantauan oleh tim dokter.

 

Lebih lanjut, ia menyatakan, walaupun kasus suspect disteri ada ditemukan, pihaknya berharap hal tersebut tidak terjadi di NTB. Bahkan, pihaknya optimis NTB masuk dalam zona difteri, “Insya Allah NTB masuk zona aman difteri,” tandasnya, pada Antara.


Advertisement