Terkendala Abu Vulkanik, Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau Belum Dicari via Udara

JAKARTA, KBKNEWS.id – Pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung pada Rabu (9/9/2026).

Mereka terdiri dari lima wartawan, satu tour guide, dan dua anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1.

Hingga hari kedua operasi pencarian, tim SAR masih mengandalkan jalur laut. Pencarian melalui udara belum dilakukan karena Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, kondisi aktivitas vulkanik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode pencarian. Area di sekitar pusat erupsi dinilai masih terbatas untuk penerbangan.

“Sampai dengan sekarang belum (dilakukan jalur udara). Nanti kalau perkembangan sampai dengan hari ini saya akan minta petunjuk,” ujar Hengki di posko pencarian di Dermaga Marina, Carita, Pandeglang, Rabu (9/9).

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan lima tim telah dikerahkan menggunakan KN SAR Tetuka, KAL Anyer, RIB 01 Kantor SAR Lampung, RIB 02 Banten, dan KP Sanjaya milik Polairud Mabes Polri.

Wilayah pencarian juga diperluas hingga sekitar 236 nautical mile atau sekitar 505 kilometer. Tim menyisir sejumlah wilayah perairan serta pulau-pulau kecil, termasuk Pulau Krakatau Besar dan Pulau Panjang. Perluasan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kapal melakukan sandar darurat.

KM Arupadhatu 1 diketahui hilang kontak sejak Senin (7/9) saat rombongan menuju kawasan Anak Krakatau untuk melakukan peliputan erupsi. Pencarian yang dimulai Selasa (8/9) belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal.

Lima wartawan yang berada di kapal tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan wartawan freelance.

Tiga orang lainnya adalah Warta (55), Surakman (60), dan tour guide Heriyanto (49). Hingga kini, pencarian terhadap seluruh penumpang dan awak KM Arupadhatu 1 masih terus dilakukan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here