IRAK – Warga Fallujah mengaku sangat kelaparan dan terpaksa harus makan apapun yang ada dihadapannya, termasuk makanan hewan ataupun nasi busuk.
Pengakuan menyedihkan ini dituturkan seorang warga yang kini berada di penampungan pengungsi setelah berhasil melarikan diri dari kepungan tentara Irak dan Amerika serta dalam kekuasaan ISIS.
“Saya tertembak dan tidak bisa berjalan selama tiga bulan. Anak-anak saya juga tertembak dan kami terpaksa meninggalkan rumah,” katanya kepada Dewan Pengungsi Norwegia, NRC.
Dia menceritakan tidak adanya bahan makanan yang dapat dikonsuminya bersama warga lain, “Kami biasa makan makanan hewan dan kami tidak punya air,” ungkapnya, seperti diberitakan The Independent, Kamis (9/6/2016).
Selain minimnya makanan, tempat tinggal mereka pun telah hancur terkena serangan yang terus membabi buta. “Rumah kami hancur dibom dari atas kepala kami, kami berlari dari satu pesawat ke pesawat lainnya di Fallujah sampai kami terjebak,” katanya.
Sementara itu juru bicara badan pengungsi PBB, UNHCR membenarkan minimnya pasokan makanan disana, “Sejak Desember, pasokan makanan menipis, warga bergantung pada nasi basi atau kurma kering, dan muncul laporan beberapa kematian akibat kelaparan,” katanya.
Sekitar 3.000 keluarga kini aman tinggal di pengungsian saat pertempuran antara ISIS dan tentara Irak yang dibantu koalisi AS dan militan Syiah berlanjut. Diperkirakan masih ada sekitar 50 ribu warga sipil yang terjebak di Fallujah.
Bagi yang mencoba melarikan diri, terancam ditembak mati ISIS atau bahkan dikira militan oleh pasukan Irak sehingga jadi sasaran tembakan.





