JAKARTA, KBKNEWS.id – Polisi membeberkan motif tiga tersangka yang mengeroyok pedagang kaca Bambang Setiawan hingga tewas di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, para tersangka mengaku terganggu dengan kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Pejompongan pada malam kejadian.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, terkait dengan motif yang ada daripada para pelaku, para pelaku merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9).
Iman menjelaskan, ketiga tersangka mencari nafkah di sekitar lokasi kejadian. Saat melintas, mereka mendapati kerusuhan dan kemudian ikut terlibat dalam kericuhan tersebut.
“Karena kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara. Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri,” ujarnya.
Polisi memastikan ketiga tersangka tidak terafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang mengaku hanya sedang melintas di lokasi ketika kericuhan terjadi.
Tiga tersangka dalam kasus tersebut yakni PS (23), DS (33), dan DDS (29). Ketiganya telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
Selain menangani kasus pengeroyokan yang menewaskan Bambang, penyidik juga masih mendalami dugaan adanya pihak yang menjadi penyandang dana dalam kerusuhan yang terjadi setelah demonstrasi di kawasan MPR/DPR RI, Senayan.




