JAKARTA, KBKNEWS.id – Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan MAHM (9), anak anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman.
Pelaku berinisial HA nekat melakukan pencurian yang berujung pembunuhan karena terdesak persoalan ekonomi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan menjelaskan, pelaku awalnya berniat mencuri di rumah korban yang berada di Perumahan BBS III, Ciwaduk, Cilegon.
Namun, aksinya dipergoki korban hingga berujung pada pembunuhan menggunakan senjata tajam.
“Yang bersangkutan melakukan aksinya karena dilatarbelakangi motif ekonomi,” ujar Dian di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Dari hasil penyidikan, diketahui HA sempat bermain investasi kripto dengan modal awal sekitar Rp 400 juta yang berasal dari tabungan bersama istrinya. Modal tersebut sempat berkembang hingga sekitar Rp 4 miliar.
Namun, karena terus dimainkan, pelaku akhirnya mengalami kerugian besar.
Untuk menutup kerugian, HA kemudian meminjam uang ke Bank Mandiri sebesar Rp 700 juta, koperasi Rp 70 juta, serta pinjaman online senilai Rp 50 juta. Uang tersebut kembali digunakan untuk investasi kripto, namun kembali mengalami kekalahan hingga terjerat utang.
Selain masalah finansial, pelaku juga membutuhkan biaya besar untuk pengobatan kanker stadium 3 yang dideritanya sejak 2020. Berdasarkan bukti rekam medis yang ditemukan di ponsel pelaku, HA rutin menjalani kemoterapi dan kontrol kesehatan di sebuah rumah sakit di kawasan Semanggi, Jakarta.
“Yang bersangkutan rutin menjalani pengobatan kemoterapi,” kata Dian.
Kombinasi utang yang menumpuk dan kebutuhan biaya pengobatan itulah yang mendorong HA nekat melakukan pencurian yang berujung pada hilangnya nyawa korban.
“Karena impitan ekonomi inilah yang mendorong yang bersangkutan melakukan tindak pidana tersebut,” tegas Dian.





