NAMA Alkhathath mendadak terkenal bin ngetop, ketika pemilik nama itu ditangkap polisi. Sekjen FUI (Forum Umat Islam) itu merupakan kordinator demo 313 di seputar Monas. Dia ditangkap di Hotel Kempinski malam sebelum aksi demo berlangsung, dengan tuduhan makar. Terlepas dari masalah politik, Alkhatat ternyata bernama asli Gatot Saptono, asli orang Pasuruan (Jatim).
Apa sih arti alkhathath itu? Ketika dilacak di kamus Arab-Indonesia pada Google, diperoleh jawaban: Tidak ditemukan terjemah yang berhubungan dengan kata “alkhathath”. Tapi ketika dimasukkan penggalan kata “khat” barulah ditemukan arti, yakni menulis. Dalam pelajaran anak-anak madrasah, “khat” mengandung makna: menulis indah. Bertolak dari itu sekaligus merujuk sepakterjang Alkhathath selama ini, makna nama itu mungkin: untuk menghaluskan atau bikin indah umat di Indonesia. Sebab di mata Alkhathath dan kelompoknya, rakyat Indonesia itu dipimpin oleh thogut.
Nama asli Alkhathath ternyata Gatot Saptono. Ini nama asli khas orang Jawa, dan Alkhathath ternyata memang asli orang Pasuruan, kelahiran tahun 1964. Ditilik dari nama aslinya, kemungkinan dia anak nomer 7 dari sebuah keluarga, sebab sapto dalam bahasa Kawi mengandung makna: tujuh. Kenapa dia berganti nama menjadi Alkhathath? Mungkin juga merasa malu, sebagai Sekjen FUI kok namanya njawani banget.
Tapi apalah artinya sebuah nama, begitu kata pujangga Inggris William Shakespeare. Yang jelas bangsa Indonesia akrab sekali dengan orang terkenal dengan nama Gatot. Teman seperjuangan Bung Karno yang juga menemani di penjara Bandung, namanya Gatot Mangkupraja. Seorang pejabat militer di era Bung Karno, ada dikenal nama Jendral Gatot Subroto, yang menjabat sebagai Wakasad (1956-1962). Namanya kini diabadikan sebagai jalan protokol di Jakarta, juga nama sebuah rumah sakit di bilangan Senen, Jakarta.
Jendral militer di “Kabinet Kerja”-nya Jokowi, namanya Gatot Nurmantyo dikenal sebagai Panglima TNI, yang merupakan mantan Kasad ke-30. Di dunia hiburan, kita mengenal artis gaek Gatot Sunyoto yang terkenal dengan boneka Tongki-nya. Tapi ketika menyebut nama Gatot Brojomusti, dahi kita pasti akan berkerut. Dia bukan bintang film tapi bisa menjadi Ketum Parfi. Paling menarik, Gatot Brojomusti kini sedang bermasalah hukum karena skandalnya dengan sejumlah artis.
Gatot Subroto, Gatot Nurmantyo, adalah tokoh-tokoh sukses di masanya. Tapi kalau Gatot Brojomusti dan Gatot Saptono, karena kemudian berurusan dengan polisi, maka Gatot pada namanya bisa diplesetkan menjadi: gagal total, mereka memang gagal meraih ambisinya.
Dalam bahasa Jawa, “gatot” bisa berarti makanan dari singkong. Tapi jika ditambahi “kaca” bisa dimaknai sebagai tokoh wayang Pendawa. Dia merupakan putra Werkudara dari istri yang bernama Arimbi. Sebagai alap-alap Pendawa, ksatria Pringgodani ini dikenal sakti yang punya otot kawat balung wesi, kringet wedang kopi. Musim panas tidak kepanasan, musim hujan tidak kehujanan, karena setiap pentas wayang memang di dalam rumah atau gedung.
Orang Jawa memang senang dengan nama-mana wayang untuk menamai anaknya. Maka selain bernama depan Gatot, banyak juga nama: Abimanyu, Permadi, Pandu, Irawan, Ugroseno, Kresna, Abiyasa, Larasati, Sumantri, Wibisono. Bahkan nama punakawan Petruk dan Bagong, banyak juga dipakai manusia Jawa untuk nama anak-anaknya.
Tapi ketika tokoh politik dibenci publik, nama wayang juga sering dipakai untuk menamai mereka. Di jaman Orde Lama, Menlu Subandrio disebut Durna. Di era reformasi, Amien Rais yang berseberangan dengan Jokowi di jagad maya sering disebut: Sengkuni. Dalam dunia wayang Sengkuni memang tokoh jahat yang selalu tampil santun, dia tega menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. (Cantrik Metaram).





