OUAGADOUGOU – Aparat kepolisian Burkina Faso berhasil membebaskan lebih dari 30 sandera, termasuk seorang menteri.
Pembebasan sandera tersebut terjadi setelah aparat baku tembak dengan para pelaku serangan teror di Hotel Splendid dan kafe di dekatnya.
Seperti diketahui, serangan dari beberapa pria bersenjata Jumat malam menewaskan 20 orang,dan melukai 15 orang.
Pembebasan 30 sandera itu disampaikan Menteri Komunikasi Burkina Faso, Remis Dandjinou, Sabtu (16/1). Menteri PNS, Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Burkina Faso, Clement Sawadogo, sempat disandera bersama 32 orang lainnya oleh para pelaku.
“Dibebaskan Menteri (Pegawai Negeri Sipil, Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial) Clement Sawadogo dan beberapa sandera. Operasi terus,” tulis Dandjinou di Twitter,seperti diberitakan Reuters.
Dandjinou mengatakan, bahwa 33 orang telah dievakuasi dari Hotel Splendid. Hotel itu terkenal ramai dikunjungi orang-orang Barat dan para staf PBB.
Semalam, beberapa orang bersenjata melakukan serangan di Hotel Splendid dan Kafe Cappuccino di pusat Ibu Kota Ouagadougou. Para pelaku menyandera banyak orang di hotel tersebut.
Kedutaan Prancis di Burkina Faso menyebut serangan di Ouagadougou merupakan aksi teroris. Kabinet Burkina Faso, pagi ini menggelar rapat darurat di Istana Kepresidenan setelah negara itu dilanda serangan teror.
Kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror tersebut. Kelompok ini juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan November 2015 lalu di sebuah hotel di Ibu Kota Mali, Bamako, yang menewaskan sedikitnya 19 orang.





