PRAGUE (KBK) – Menteri Luar Negeri dan Migrasi Belanda Klaas Dijkhoff menilai kesepakatan sistem kuota dalam mendistribusikan pengungsi di Uni Eropa (UE) belum beroperasi sebagaimana mestinya dan hal ini dikhawatirkan tidak akan menyelesaikan masalah pengungsi itu.
Hal itu disampaikannya setelah rapat membahas masalah kepentingan publik dan pengungsi dengan Menteri Luar Negeri Lubomir, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya, negara-negara anggota Uni Eropa harus mematuhi semua komitmen mereka tetapkan di bidang migrasi dan perlu untuk bergerak maju tidak hanya sekedar sepakat dengan jumlah kuota.
Hal yang sama juga disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Lubomir Zaoralek. Ia menegaskan bahwa negara-negara Visegrad Empat (V4) terus menolak kuota, mengatakan sistem kuota tidak tepat kecuali perbatasan luar Uni Eropa menjamin tidak memasukan pengungsi lebih dari kuota.
Dijkhoff, mengatakan sistem relokasi bagi pengungsi saat ini benar-benar tidak bekerja, mereka meminta agar mempercepat proses itu.
Para menteri dari kedua negara sepakat bahwa penjaga perbatasan eksternal Uni Eropa adalah kunci untuk mengelola migrasi. Ini harus dibantu dengan meluncurkan proyek umum penjaga perbatasan Eropa.
Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (16/1/2016), Belanda saat ini memegang kepresidenan Uni Eropa dan akan memimpin Uni Eropa di paruh pertama 2016.





