Terus Bertambah, Jumlah Pengungsi Banjir Sentani Capai 9.000 Jiwa

ilustrasi Pengungsi Banjir Sentani/ iNews

JAYAPURA – Jumlah pengungsi banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua terus bertambah hingga 9.000 jiwa lebih.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pengungsi tersebut tersebar di beberapa titik antara lain, Posko Induk Gunung Merah (1.453 orang), Gajah Mada (1.450 orang), Panti Jompo (23 orang), HIS (600 orang), Gereja Advent Doyo Baru (153 orang), Bintang Timur (600 orang), Permata Hijau (120 orang), SIL (1.000 orang), Doyo lama (203 orang), Gereja Doyo lama (1.000 orang), Gor Toare (170 orang), Asrama Himles (50 orang).

Kemudian di Rindam (220 orang), Kampung Netar (43 orang), Kompi D (108 orang), Puspenka (200 orang), Yayasan Abdi Nusantara (900 orang), Kertosari (182 orang), Sabron Yere (45 orang), BTN Efata (121 orang), Pasar Baru (250 orang), Gereja Soar Pasar Lama (69 orang), BTN Sosial (150 orang), Gereja Yahim (170 orang), Kehiran (300 orang), dan Toladan (111 orang).

Hingga Selasa (19/3/2019) malam, petugas telah menemukan 97 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

“Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, tim gabungan juga melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang, yakni Jalan Sosial, Kemiri, dan Doyo Baru,” kata Dedi, dikutip liputan6.com.

Sementara korban luka akibat bencana banjir bandang tersebut terdata berjumlah 159 orang. 84 Orang di antaranya mengalami luka berat. Sedangkan 75 orang sisanya mengalami luka ringan.

Advertisement