JAKARTA (KBK) Sekitar 11 Nelayan Muara Angke mewakili Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) menyampaikan keterangan pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jl. Diponegoro Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2016).
Nelayan tersebut, menyampaikan keberatan atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang mengatakan bahwa aksi menyegel pulau yang dilakukan ribuan nelayan, Ahad (17/4/2016) bukan dilakukan oleh nelayan.
Pernyataan keberatan atas pernyataan gubernur itu, mereka buktikan dengan mengirimkan ikan hasil tangkapan mereka di Teluk Jakarta berupa ikan kembung, kepiting dan kerang hijau kepada Ahok. Hasil tangkapan itu mereka antarkan setelah keterangan pers di YLBHI usai.
“Masih banyak nelayan di Teluk Jakarta, saya tidak terima jika Ahok bilang tidak ada nelayan di Teluk Jakarta,” ujar Iwan Sarmidi, Ketua KNT Teluk Jakarta.
Dikatakan Iwan, sejeak ada reklamasi Teluk Jakarta, pendapatan nelayan tradisonal menurun 30 sampai 60 persen.
“Tadinya 50kg per hari. Sekarang 5 kg saja sulit,” pungkasnya.





