YANGON—Seorang perwira militer Myanmar tewas dan beberapa terluka dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata etnis Arakan. Insiden ini terjadi di negara bagian Rakhine Barat pada akhir pekan lalu. Media lokal melaporkan pada Selasa (19/4/2016).
Di pihak berbeda, salah satu komandan batalion dari kelompok yang menamakan dirinya Tentara Arakan (Arakan Army/AA), juga tewas. “Mereka menyamar sebagai penduduk desa, dan kami sergap,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan yang disitat Xinhua.
Bentrokan lain juga terjadi saat militer melancarkan operasi di Kyauktaw. Militer menyisir daerah tersebut mendapat informasi 100-an anggota AA memasuki daerah dekat Kyauktaw bulan ini.
Militer menangkap basis sementara AA dan menyita beberapa senjata. Bulan lalu, AA juga menyerang pasukan pemerintah yang tengah menjaga pekerja saat membangun pagar perbatasan di sepanjang perbatasan Myanmar-Bangladesh.
Setidaknya 15 bentrokan antara kedua belah pihak telah terjadi pada bulan Desember dan Januari lalu di wilayah Ranchaung, negara bagian Rakhine. AA adalah salah satu milisi yang tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata secara nasional antara pemerintah dan delapan kelompok etnis bersenjata pada bulan Oktober tahun lalu.





