JAKARTA – Kasus hepatitis akut misterius yang saat ini terdeteksi di Indonesia sudah masuk DKI Jakarta, dan tiga anak dilaporkan meninggal dunia meskipun masih berstatus dugaan.
Karenanya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta Dinas Kesehatan DKI berhati-hati dan lebih memperhatikan apa sebenarnya yang terjadi.
“Kita tunggu hasilnya apakah betul dugaan hepatitis akut tadi atau ada penyebab lain dugaan terhadap kematian anak,” ujar Riza di Balai Kota, Senin (9/5) malam.
Riza berharap penyakit hepatitis misterius ini tidak menjadi masalah baru di Jakarta. Ia menegaskan, penyebab kematian tiga anak di DKI yang diduga terinfeksi hepatitis masih didalami.
“Sekali lagi kita berharap ini tidak terjadi lagi. Dinkes sedang mengecek kembali apa yang menjadi penyebabnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan memperkuat surveilans kasus hepatitis misterius.
Widyastuti mengatakan saat ini sudah ada mekanisme yang mewajibkan semua fasilitas kesehatan, yaitu rumah sakit, puskesmas, dan klinik langsung melapor jika menerima pasien dengan penyakit menular.
Menurutnya, berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan, ada 17 daftar penyakit menular yang harus segera dilaporkan. Salah satunya adalah hepatitis.
Namun, terkait tiga anak di DKI Jakarta yang meninggal dunia di RSCM, Widyastuti menyebutkan penyakit ketiga pasien belum terkonfirmasi hepatitis.




