Serangan rezim Bashar al-Assad, Rusia dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran di daerah perumahan di timur dan selatan provinsi Aleppo terus menggusur ribuan warga Suriah.
Menurut Kelompok Koordinasi Respons Suriah, warga sipil yang dipindahkan menuju ke daerah dekat perbatasan Turki karena serangan yang melanggar perjanjian gencatan senjata antara Turki dan Rusia.
Mohammad Hallaj, direktur kelompok itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa warga sipil meninggalkan rumah mereka di distrik Darat Izzah dan beberapa kota, termasuk Khan Tuman, Khan al-Asal, Kafr Naya, dan al-Qasimia karena serangan yang didukung oleh serangan udara Rusia.
Karena meningkatnya populasi pengungsi, tenda-tenda di Idlib gagal memenuhi kebutuhan warga Suriah yang lelah perang karena tidak ada cukup ruang untuk mendirikan lebih banyak tenda. Ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi sejak saat gencatan senjata terus dilanggar.





