JAKARTA – Dr. Jose Rizal Jurnalis telah meninggalkan kita semua tepat di hari ini, Senin (20/1/2020) dini hari, namun dedikasinya dalam membantu korban perang akan terus dikenang.
Mendiang merupakan dokter sekaligus aktivis yang membantu masyarakat korban perangyang juga mendirikan organisasi kemanusiaan Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) yang melakukan pertolongan medis dalam wilayah-wilayah konflik dan peperangan.
Sebelumnya Jose menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan mengambil spesialis bedah orthopedi dan traumatologi.
Jose mengawali kariernya sebagai dokter di Puskesmas Lubuk Buaya, Padang. Lalu mulai berjihad pertama kali tahun 1999 di Tual, dekat Ambon.
Disana Jose melihat begitu kejamnya konflik terjadi, masjid menjadi ‘rumah sakit’ sementara yang penuh korban berdarah-darah.
Dia pun bekerja dengan fasilitas ala kadarnya, mengoperasi di teras masjid dengan bantuan lampu senter karena sambungan listrik kerap byar pet. Hingga dia pernah menggergaji untuk memotong tulang dari korban yang mengalami putus tangan, dengan menggunakan madu sebagai antibiotik.
Beliau memberikan pertolongan di wilayah konflik antara lain di Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza.
Dihimpun wikipedia, dalam melakukan tugasnya di daerah konflik Jose sering mengalami keterbatasan peralatan. Di Maluku misalnya, bahkan dia harus mengamputasi kaki dengan gergaji kayu. Sementara di Afghanistan, dia juga sempat kehabisan jarum suntik.





