DAKAR – Tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa telah terbunuh dalam sebuah serangan di luar markas mereka di Mali utara.
Hal tersebut dilaporkan PBB pada Jumat (9/6/2017), seperti dilansir Reuters, dimana ketiga tentara yang tewas pada hari Kamis di Kidal berasal dari Guinea, sementara identitas penyerang belum diketahui.
Pasukan penjaga perdamaian sering menghadapi serangan dari pejuang gurun yang telah bergabung kembali sejak operasi militer pimpinan-Perancis pada 2013 untuk mengusir mereka keluar dari kota-kota utara Mali.
Meskipun serangan udara Prancis yang sedang berlangsung di tempat persembunyian mereka, para pejuang termasuk kader al-Qaeda setempat telah melakukan serangkaian serangan tahun ini, termasuk sebuah bom bunuh diri di sebuah pangkalan militer pada bulan Januari yang menewaskan setidaknya 77 orang.
Beberapa tentara Prancis terluka pekan lalu dalam sebuah serangan mortir al-Qaeda di Timbuktu.
Lebih dari 100 tentara tewas dalam beberapa bulan terakhir, dan menjadikannya misi paling mematikan PBB sampai saat ini.
Prancis telah mengirim sekitar 4.000 tentara ke wilayah tersebut, dan 11.000 pasukan penjaga perdamaian PBB telah ditugaskan untuk memastikan stabilitas Mali.
Namun, pasukan PBB tidak memiliki peralatan dan sumber daya, membuat penyelesaian politik antara pemberontak Tuareg dan pemerintah semakin rapuh.
Negara ini berada di pusat wilayah Sahel yang bermasalah dan termasuk yang termiskin di dunia.Â