Tim DD Lakukan Quality Control Hewan Kurban di Sulawesi Tenggara

KONAWE – Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga penyedia layanan kurban terpercaya melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) mulai mempersiapkan hewan ternak terbaik untuk para sahibul kurban tahun ini di berbagai daerah, salah satunya Sulawesi Tenggara.

Sebagai pemasok sapi terbesar kedua di Indonesia, Sulawesi Tenggara banyak memiliki peternak sapi lokal yang mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat. Melihat potensi tersebut, Dompet Dhuafa bermitra dengan para peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan sapi di momentum Iduladha 1443 H. Nantinya akan ada 350 ekor sapi yang diambil dari para peternak lokal Sulawesi Tenggara dan didistribusikan di wilayah tersebut.

Di tengah kerisauan masyarakat terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Iduladha, Dompet Dhuafa melakukan Quality Control kepada hewan ternak yang akan dikurbankan termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara.

Quality Control ini juga bertujuan mengukur kelayakan hewan kurban dari segi bobot, ukuran, hingga kesehatan hewan kurban khususnya sapi yang rentan terserang PMK.

Tim Dompet Dhuafa sudah mulai bergerak menyusuri hampir seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Sulawesi Tenggara untuk memastikan langsung kondisi sapi kurban dari para mitra peternak satu persatu sejak Jumat, 17 Juni 2022. Kegiatan Quality Control di Sulawesi Tenggara ini akan terus berlangsung hingga seminggu ke depan sampai terpilihnya sapi terbaik untuk sahibul kurban.

“Hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha yang di wilayah Sulawesi Tenggara merupakan hasil peternakan lokal masyarakat. Untuk melakukan Quality Control kami datangi langsung seluruh lokasi sapi dari mulai Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana, dan wilayah lainnya bahkan sampai ke Pulau Muna sebagai salah satu pemasok sapi terbaik,” ujar Usman selaku Ketua Bidang Program Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara.

Dari hasil Quality Control yang dilakukan, angka penyebaran wabah PMK di Sulawesi Tenggara masih terbilang kecil dibandingkan wilayah lainnya. Kunci dari keberhasilan para peternak di Sulawesi Tenggara merupakan tradisi berternak yang sudah ada sejak lama dengan cara melepas liarkan sapi mereka di hutan maupun padang rumput.

Para peternak di Sulawesi Tenggara punya keunikan tersendiri, walaupun mereka membebaskan sapinya berkeliaran akan tetapi tidak ada satu pun yang tertukar ataupun hilang.

“Salah satu keunikan dari para peternak di Sulawesi Utara bisa dilihat dari cara mereka melepas liarkan sapi-sapinya di hutan maupun padang rumput. Karena dilepas liarkan, sapi-sapi ini jadi jarang berinteraksi dengan manusia dan potensi penularan PMK mengecil. Namun, risikonya saat melakukan Quality Control kita agak sulit melakukan pengecekan karena sapinya liar,” sambungnya, dilansir dompetdhuafa.org.

Saat pemiliknya memanggil dengan panggilan tertentu, sapi-sapi mereka akan datang mendekat dari tengah hutan maupun padang rumput. Namun, hanya para pemilik yang mampu mendekati dan menyentuh sapi tersebut. Ketika ada orang asing mendekat mereka akan lari karena jarang berinteraksi dengan manusia kecuali pemiliknya.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim Quality Control Dompet Dhuafa yang datang ke lokasi. Maka dari itu KolaborAksi antara peternak dan tim Dompet Dhuafa sangat dibutuhkan untuk menyukseskan agenda Quality Controldi wilayah Sulawesi Tenggara. Hal ini pun bukan menjadi halangan bagi Dompet Dhuafa untuk memberikan pelayanan kurban terbaik bagi para sahibul kurban pada Iduladha 1443 H.

Advertisement