MOJOKERTO – Tim relawan dari Tagana, PMI serta Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tidak mengenal lelah dalam memberikan pelayanan tanggap darurat bagi korban banjir Mojokerto.
Sejak Kali Sadar meluap pada Minggu (19/2/2017) lalu, para relawan tidak berhenti meski kadang lelah menerpa tubuh mereka.
Diberitakan Okezone, ketangguhan para relawan terlihat ketika mereka berkali-kali mondar-mandir masuk ke dalam air guna mengevakuasi warga di Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, yang rumahnya terendam.
Terlebih warga yang mengalami sakit keras, para relawan ini harus berjalan bolak-balik sambil menarik perahu karet. Mereka juga harus menyiapkan makanan siap saji bagi para korban terdampak banjir yang jumlahnya mencapai 12 ribu bungkus untuk sekali makan. Jangankan istirahat, sekadar untuk meletakkan punggung di atas karpet saja, waktu yang mereka miliki sangat terbatas.
Bahkan mereka harus memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi warga korban banjir. Sebab, hingga sore kemarin, stok beras di dapur umum (DU) yang sebelumnya didirikan di Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar menipis. Stok beras hanya tinggal 50 kilogram saja.
“Iya mas (stok minim) sore tadi. Beras yang ada tinggal 50 kilogram saja,” kata salah seorang relawan yang meminta agar identitasnya tidak disebutkan, Kamis (23/2/2017).
Mereka harus mencari jalan lain guna mencukupi kebutuhan beras untuk kebutuhan memasak esok. Sebab, bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, belum juga menuai kejelasan.





