Tim SAR Gabungan Masih Evakuasi Korban Longsor Tambang di Jambi

Ilustrasi/ okezone

Jambi-Sejak pagi tadi Tim SAR gabungan dari TNI/Polri, BPBD Jambi kembali melakukan upaya evakuasi.
Namun, banyaknya air di lubang penambangan emas ilegal itu menyulitkan petugas menemukan 11 korban yang tertimbun di dalam lubang dengan kedalaman 50 meter.

Sampai hari ke tiga, pada hari ini Kamis (27/10) proses evakuasi masih juga terkendala dengan lokasi yang dipenuhi air. Bahkan 10 pompa air yang dibawa ke lokasi, belum mampu mengeringkan air di lokasi tambang, seperti diberitakan Elshinta.
Tim evakuasi sampai saat ini tidak bisa masuk, karena lokasi dipenuhi air.

Sementara itu pencarian terkendalan dengan cuaca di lokasi saat ini hujan, meskipun di atas lobang diberi tenda peneduh agar air tidak masuk namun tetap saja lubang berisikan air, hal itu di karenakan debit air di bibir sungai tinggi, sehingga mata air di dalam lubang terus keluar meskipun 10 mesin pompa terus berupaya mengeringkan.

Seperti diketahui 11 korban yang masih terjebak di lubang jarum yakni Tami (45), Yung Tuk (30), Siam (28), Hamzah (55), Jurnal (21), Catur (24), dan Guntur (34), yang merupakan warga Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau. Kemudian Cito (25) dan Zulfikar (25), warga Perentak, Kecamatan Pangkan Jambu, serta Dian Arman (53) dan Erwin, warga Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.

Kronologis kejadian sebelas penambang terjebak di lubang galian pada Senin (24/10) lalu sekitar pukul 16.00 WIB, dan diduga meninggal. Penambang emas ilegal atau biasa disebut Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) sebanyak sebelas orang itu melakukan penambangan dengan metode membuat lubang jarum sedalam antara 30-50 meter.

Namun saat mereka berada di dalam galian terjadi hujan, sehingga air dan lumpur masuk ke lubang Peti dan menyebabkan 11 orang penambang terjebak di dalam lubang tersebut.

Advertisement