NGANJUK – Tim SAR yang tengah berusaha mengevakuasi korban longsor Nganjuk, Jawa timur diminta mewaspadai danau sedalam 50 meter yang terbentuk akibat longsor karena sangat rawan dan sewaktu-waktu bisa jebol.
“Tidak boleh sembrono, karena kalau sampai tanahnya jebol dikhawatirkan akan memakan korban lagi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Yanuar Rachmadi.
Danau itu terbentuk akibat sungai terbendung oleh material longsor. Posisinya berada di bawah tebing dan bersebelahan dengan perkebunan milik penduduk. Alat berat tidak bisa mencapai lokasi longsor karena tidak ada akses jalan. Untuk menuju tempat itu hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki.
Hingga kini upaya pencarian lima korban tetap dilakukan meskipun medannya tidak bagus. Jumlah alat berat yang masuk di lokasi longsor juga dibatasi. Alasannya, getaran dari alat berat dinilai cukup berbahaya dan dikhawatirkan menimbulkan longsor susulan.
Alat berat yang digunakan saat ini pun berukuran kecil karena faktor kondisi jalan yang sempit. “Kalau berat tidak bisa masuk,” ujarnya, mengutip Tempo, Rabu (12/4/2017).





