JAKARTA – Mbah Solim Rongsokan, begitulah warga Kota Pasuruan memanggilnya. Untuk sekedar berlindung dari terik matahari dan hujan tubuh Solim mendiami sebuah gudang milik orang lain di Jalan Slagah Pasuruan (belakang toko karpet) Jawa Timur.
Di gudang yang dipenuhi barang rongsok itu Solim hidup sebatangkara, istrinya meninggal akibat penyakit diabetes dan tidak memiliki anak.Sejak sekitar tahun 1971 Solim menjaga gudang tersebut dengan upah sebesar 150 ribu per bulan.
Upah tersebut jelas tak cukup meski hanya sekedar membeli makan di warteg. Seperti dilansir dari laman facebook Share if You Care (SIYC) bahkan Solim jarang sekali berganti pakaian karena hanya memiliki 5 helai baju.
Untuk memperoleh penghasilan tambahan, Solim rela berpanas-panasan keliling kota Pasuruan untuk mengumpulkan sampah botol plastik untuk dijual. Biasanya Solim berangkat memulung dari jam 2 siang sampai jam 4 sore. lalu kembali lagi jam 18.00 sampai jam 22.00.
Gudang yang didiami Solim teramat kecil, hanya berukuran 2×2 meter selain itu banyak rongsokan berserakan di dalam rumah.
“Mbah sungguh baik, di pagi hari mbah menyapu halaman ruko di jalan slagah. Kasian mbah solim, dia bertanggung jawab atas keamanan gudang oranglain dan masih harus berjuang mengumpulkan rosokan setiap harinya,” ujar SIYC dalam postingannya.





