Tingginya Angka Bunuh Diri Ibu Rumah Tangga di India

Wanita India / BBC

NEW DELHI—Pada tahun 2014, ada 20 ribu ibu rumah tangga di India yang mengakhiri hidupnya. Angka ini melengkapi jumlah petani yang bunuh diri di India, sebanyak 5.650 orang. Anehnya, tingginya angka bunuh diri kaum ibu ini tidak menjadi tema utama di media massa India.

Rekaman Biro Kriminalitas Nasional India tercatat, sejak tahun 1997 angka bunuh diri kelompok ibu rumah tangga terus di angka 20 ribu. Bahkan, pada tahun 2009, jumlah ibu rumah tangga yang bunuh diri mencapai 25.092 orang.

Wilayah yang paling tinggi kasus bunuh diri terdapat di Maharashtra, Pondicherry, Tamil Nadu, Madhya Pradesh, Kerala, Karnataka, Andhra Pradesh, Goa, Gujarat dan Bengal Barat.

Peter Mayer, akademisi dari University of Adelaide yang banyak mengamati bunuh diri di India, bertanya-tanya, mengapa tingkat bunuh diri ibu rumah tangga di India sangat tinggi. Di saat bersamaan, media tidak tertarik untuk mengangkatnya. “Jika di masyarakat Barat, pernikahan justru menjadi pelindung orang terhindar dari bunuh diri,” ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Selasa (12/4/2016).

Pada tahun 2001 misalnya, 70 persen kasus bunuh diri di India melibatkan 70,6 persen pria yang sudah menikah, dan 67 persen wanita yang sudah menikah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis, The Lancet pada 2012 menemukan, tingkat bunuh diri pada wanita India yang berusia rerata 15 tahun atau lebih, dua setengah kali lebih besar dibanding wanita pada usia sama di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Di India, usia yang rentan melakukan bunuh diri berada pada 30-45 tahun. Dalam penelitian Mayer juga ditemukan, ibu rumah tangga yang buta aksara cenderung lebih mudah bunuh diri. “Kami menemukan bahwa tingkat melek huruf perempuan, tingkat keterjangkauan media, dan besar kecilnya keluarga, berkorelasi dengan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi bagi perempuan di kelompok usia ini.”

 

Advertisement