TNI Menyisir Atribut Berbau Komunisme

Katakan Tidak Pada Komunisme/ Foto: Antara

JAKARTA – Akhir-akhir ini masyarakat resah karena banyaknya atribut komunisme yang dijual di pasaran. Anggota TNI pun turun tangan membasmi atribut berbau komunisme tersebut dan mendapat dukungan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu

Menurut Menhan, tugas memberantas komunisme di Indonesia bukan hanya tugas polisi. “Polri saja tidak cukup, ujung-ujungnya tentaralah (turun tangan),” katanya di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016), dilansir dari Tribunnews.

Ia menambahkan jika TNI salah satu tugasnya adalah membela Pancasila agar tetap tegak berdiri. Bahkan menurutnya dalam berbagai kasus pemberontakan oleh kelompok pendukung komunisme, anggota TNI lah yang banyak menjadi korban.

Mengacu pada Undang-Undang nonor 27 tahun 1999, ia menjelaskan bahwa teah jelas diatur bahwa atribut yang berbau PKI maupun komunisme adalah hal yang dilarang, dengan ancaman sampai dua puluh tahun bagi pelanggarnya.

Sementara pernyataan berbeda dituturkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Menseskab) Pramono Anung di tempat berbeda. Ia mengatakan TNI dan Polri tidak boleh melakukan sweeping atau penyisiran.

Bahkan kabarnya Presiden Joko Widodo sudah menghubungi Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti, untuk memastikan hal tersebut.

Advertisement