TNI Terkuat ke-9 di Asia

Helikopter Serang Apache AH64E milik Satuan Penerbad TNI-AD. Kekuatan TNI menempati ranking ke-9 di Asia.

TNI dengan kekuatan masing-masing 400-ribu personil aktif dan pasukan cadangan, berdasarkan catatan Global Firepower, menempati urutan ke-9 di benua Asia pada 2020.

Degan anggaran belanja militer Rp122 triiun pada 2020 dan Rp136 triliun pada APBN 2021, TNI-Al mengoperasikan 24 korvet, sebagian berkemampuan siluman dan lima kapal selam buatan Korea Selatan lisensi Jerman (type U-209).

Di udara TNI-AU a.l. dipekuat 24 unit pesawat tempur ringan Hawk 200 buatan Inggeris, lima unit Sukhoi SU-27, 11 unit SU-30 MK2, 25 unit F-16 Fighting Falcon A/C, 15 unit pembom taktis Super Tucano eks-Brazil dan sejumlah pesawat latih T501 Golden Eagle eks-Korsel.

TNI-AD a.l. didukung 42 unit tank tempur utama Leopard 2A4 eks-Jerman, 18 unit tank ringan buatan PT Pindad dan Turki, 90 tank ringan Scopion (Inggeris), 50 unit tank ringan Marder (Jerman), 400 unit panser Anoa (Pindad) dan 155 unit kendaraan lapis baja pengangkut personil (APC) M113.

Sebanyak 55 set peluncur roket taktis Astros buatan Brazil memperkuat TNI-AD, 40-an artileri swa gerak Paladin M109 (AS) dan sejumlah helikopter serang seperti Bell 412, Apache AH64E dan MI35P Hind.

Di bawah RI, Arab Saudi Arab Saudi menempati peringkat 10 sebagai negara dengan arsenal militer terkuat di Asia didukung 478.000 personel militer aktif dan 325.000 personel cadangan.

Walau posturnya lebih ramping dibandingkan TNI, anggaran militer Arab Saudi menempati urutan ke-4 belanja militer dunia tertinggi setelah AS, Rusia dan China yakni 67,7 milyar dollar AS atau sekitar Rp960 triliun.

Dengan anggaran militer sebesar itu, AU Arab Saudi mengoperasikan 879 unit pesawat tempur canggih buatan AS seperti F-16 varian terbaru dan AD-nya memiliki lebih 1.000 tank termasuk tank-tank M1A2 Abrams (AS )dan sekitar 13.000 aneka tank tempur ringan dan APC.

Pakistan Ranking ke-8

Sementara Pakistan pada posisi ke-8 terkuat di Asia dengan 2.200 tank dan 7.330 kendaran lapis baja, 356 pesawat tempur, pesawat-pesawat F-16 dan Tejas, patungan produksi dengan China, 49 pesawat angkut dan 56 helikopter.

Pakistan juga salah satu kekuatan nuklir dunia yang memiliki sekitar 30 sampai 40 hulu ledak senjata pemusnah itu. Pasukannya berkekuatan 654.000 personil tetap dan 550.000 cadangan.

Sedangkan Iran dengan 523.000 personel militer aktif dan 350.000 cadangan, didukung  alutsista darat berupa  2.056 tank dan 4.300 kendaraan lapis baja, berada di ranking ke-7 kekuatan militer Asia. AU Iran mengoperasikan 155 jet tempur, sebagian Phantom F-4 dan F-14 Tomcat buatan AS,  62 pesawat pengangkut, dan 12 helikopter tempur.

Di laut, Iran memilik 34 kapal selam eks Uni Soviet dan 342 kapal patroli. Embargo AS sejak dekade ‘80an membuat Iran sulit memodernisasi alutsistanya walau bermodalkan teknologi lokal juga memproduksi berbagai jenis rudal taktis.

Pada ranking ke-6 bercokol Turki yang juga sebagai salah satu anggota Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berkekuatan 355.000 pasukan aktif dan 380.000 cadangan.

AU Turki diperkuat lebih 200 pesawat tempur F-16 varian terbaru (Blok-30/40 dsn 50) dan juga-F4 Phantom yang sudah dimodifikasi, 80 pesawat angakut dan 100 helikopter serang.

Di darat, kekuatan Turki a.l. 2.262 tank dan sekitar 8.700 kendaraan lapis baja, sebagian batan dalam negeri,sedangkan matra lautya didukung 194 fregat, 10 korvet dan  12 kapal selam.

Turki baru saja membeli sistem pertahanan rudal terbaru Rusia, S-400, sehingga AS membatalkan pengiriman pesawat F-35 Super Lightning II karena dikhawatirkan tidak kompatibel antara keduanya.

Korsel Peringkat ke-5

Korea Selatan menempati peringkat kelima sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di benua Asia dengan 580.000 personel militer aktif dan 3,1 juta personel militer cadangan.

Di darat, Korsel mengoperasikan 2.614 tank dan 14.000 kendaraan lapis baja, sedangkan di udara didukung lebih 1.500 pesawat tempur sebagian F-16 AS generasi terbaru dan buatan lokal,  41 pesawat angkut dan 112 helikopter serang.

Berkat kemajuan industri dalam negerinya, Korsel juga mampu membangaun psotur matra laut yang kuat didukung sebuah kapal induk, 12 kapal perusak, 13 kovet dan 15 kapal selam.

Sebagai mitra AS dalam melawan Korea Utara, Korsel juga dibekali  sistem pertahanan rudal tercanggih AS, Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dan sistem Aegis.

Sementara Pasukan Bela Diri (JSDF) dengan 247.000 personil, tidak bisa dianggap enteng dan  menempati peringkat ke-4 di Asia, diperkuat dengan pesawat-pesawat misi khusus buatan AS dan juga industri lokal. AD-nya didukung 900 tank termasuk Type 90 buatan lokal dan sekitar 900 pucuk artileri dan satuan roket.

Matra udara JSDF berkekuatan sekitar 500 pesawat sebagian F-15J Eagle varian mutakhir dan 100 unit F-35 Super Lightning II, sementara di laut, ada a.l empat kapal pengangkut helikopter, 16 kapal selam dan 29 penyapu ranjau.

Sedangkan India yang juga masuk kubu kekuatan nuklir, bertengger di ranking ke-3 di Asia didukung 1, 4 juta personel aktif, AUnya diperkuat 2.200 pesawat eks Rusia dan Soviet (MiG21, MiG-29, SU-27 dan SU-30) dan Mirage 2000 eks-Perancis.

India ranking ke-3

India dilaporkan memiliki 130 sampai 140 rudal nuklir, a.l. rudal balistik antarbenua (ICBM) Agni-VI yang masing-masing memiliki 10 hulu ledak berjangkauan 12.000 Km dan sedang mengembangkan ICBM Surya dengan jangkauan 35.526 Km lebih.

Matra darat India didukung sekitar 3.500 tank, 5.600 panser dan 266 peluncur roket dan AL mengoperasikan satu kapal induk, 14 destroyer, 13 fregat, 19 korvet dan 16 kapal selam.

China, negara tetangga sekaligus musuh bebuyutan India  didukung 2,3 juta personil plus jutaan pasukan cadangan. Matra darat China mengoperasikan 7.600 tank dan 6.000-an panser, 2.650 kendaraan peluncur roket dan 10.000 pucuk artileri.

Arsenal nuklir China paling tidak  memiliki 50-an rudal balistik antarbenua (ICBM)  Dong-Feng  (a.l. DF-5 dan DF-41) berjangkauan 15.000 Km dan kecepatan max. sampai 22 Mach (26.950 Km/jam) dan sekitar  1.200 rudal jarak menengah.

AU  China mengoperasikan sekitar  4.200 pesawat, sebagian copypaste MiG-21,MiG29, Sukhoi SU-27 dan SU-30 serta membuat sendiri pesawat tempur seperti siluman J-21 Chengdu dan 1.170 helikopter.

Sementara Rusia yang menempati ranking pertama kekuatan militer di Asia dan kedua di dunia setelah AS, memiliki sekitar 1,1 juta personil tetap, dengan kekuatan AD sekitar  13.000 tank dan 27.000 kendaraan lapis baja serta 6.000 pucuk lebih artileri swagerak dn 3.860 peluncur roket.

AU Rusia memiliki 873 pesawat tempur dan 531 helikopter tempur sementara di laut, Moskwa memiliki 62 unit kapal selam dan 48 unit kapal perang penyapu ranjau. Rusia diperkirakan menghabiskan 48 miliar dollar AS (Rp 682 triliun) untuk belanja militer pada 2020.

Indonesia yang cinta damai dan sejauh ini tidak memiliki musuh mau tidak mau harus terus memperkuat diri sebagai kekuatan deterrent menghadapi potensi konflik.

Tentu saja peringkat militer tersebut tidak bisa mengukur keandalan suatu negara dalam palagan nyata, karena semua tergantung banyak faktor seperti doktrin militer, strategi dan taktik perang, selain keandalan prajurit dan alutsista yang digunakan.

Si Avis Pacem Parabellum. Negara yang cinta damai pun, harus siap berperang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement