Tol Trans-Jawa, Primadona Pemudik

DIPERKIRAKAN sekitar 150.000 kendaraan akan memadati ruas jalan tol Trans-Jawa sepanjang 965 Km pada arus angkutan lebaran 2019 atau meningkat lebih dua kali lipat dibandingkan 70.000 kendaraan per hari pada hari-hari biasa.

Animo pengendara berasal dari wilayah Jabodetabek, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (26/5), cukup tinggi untuk menjajal ruas jalan tol baru dari Merak hingga Probolonggo yang mulai dioperasikan musim lebaran tahun ini.

Hasil survei Balitbang Perhubungan menyebutkan, 40 prsen dari sekitar satu juta kendaraan pribadi dengan 4,3 juta penumpang yang berasal dari wilayah Jabodetabek akan melintas ruas jalan tol Trans-Jawa pada angkutan lebaran 2019.

Sejumlah kebijakan diambil untuk meningkatkan kenyamanan pengendara di ruas tol, misalnya menerapkan sistem satu arah pada ruas-ruas padat, menambah gerbang tol (GT) dan juga rest area serta penghentian pekerjaan proyek dari 26 Mei pukul 00.00 WIB hingga 15 Juni pukul 24.00 WIB.

Sistem satu arah diberlakukan sepanjang 24 jam pada 30 Mei hingga 2 Juni di GT Cikarang Utama (Km 29) hingga Gerbang Tol Brebes Barat di Km 262.

Sebaliknya Sistem satu arah juga diberlakukan pula sepanjang 24 jam pada arus balik antara 8 sampai 10 Juni antara GT Palimanan (Km 189) hingga GT Cikarang Utama (Km29).

Sistem lawan arah (contra flow) dari pukul 06.00 hingga 21.00 dipersiapkan di ruas tol Cikampek (Km29 – Km61) dengan menambah satu jalur untuk kendaraan yang keluar Jakarta pada arus mudik dan sebaliknya penambahan satu jalur bagi kendaraan menuju Jakarta pada arus balik.

Selain menambah 20 rest area sepanjang ruas tol Trans-Jawa (sekarang ada 61) yang pada musim-musim angkutan lebaran tahun-tahun sebelumnya menjadi titik-titik kemacetan, antrian panjang di GT-GT saat pembayaran toll juga diantisipasi oleh pengelola jalan tol dengan menambah jumlahnya.

Angkutan darat melaui ruas jalan tol di lintas Trans-Jawa diminati masyarakat untuk angkutan mudik tahun ini selain adanya sejumlah penambahan jalan baru, juga karena tingginya harga pesawat dan terbatasnya kapasitas angkutan KA.

Berkendara melalui ruas tol juga memangkas waktu perjalanan cukup signifikan, seperti yang dilakukan tim Kompas hanya dalam 3,5 jam untuk jarak 328 Km dari Semarang ke Surabaya dibandingkan 8 jam 48 menit melalui ruas non-tol Jalur Pantura sepanjang 315 Km.

Prasarana jalan sudah semakin baik, namun diharapkan para pengendara waspada untuk tidak memacu kendaraannya secara berlebihan di ruas tol, karena kecelakaan dan maut mengintai anda.

Menurut catatan, jumlah kecelakaan lalu lintas dari H-8 hingga H+8 lebaran 2018 sebanyak 1.921 kejadian, 454 orang meninggal dunia.

Hari “H” Idul Fitri semakin mendekat. Bagi pemudik, siapkan mental, fisik dan kendaraan sebelum berangkat dan semoga selamat sampai tujuan, juga juga sampai saat kembali.

Advertisement