JAKARTA – Bangku plastik berwarna hitam itu diletakan Jamil (32) di pinggir jalan. Usai mempersiapkan lapaknya, pemuda penyandang tuna daksa itu lantas mengambil wadah bening yang ia simpan di sebelah kursi rodanya.
Dengan tatapan optimis Jamil lalu menumpuk apel dagangannya ke dalam wadah tadi.Di bawah terik matahari Jalan Swasembada, Jakarta Utara yang menyengat Jamil bertahan terkena paparan debu demi bisa menafkahi keluarga.
Fau Zi seorang netizen yang memviralkan kehidupan Jamil di akun grup Ketimbang Ngemis Jakarta menuturkan, kerja keras Jamil patut diapresiasi karena meski keterbatasan fisik ia menolak untuk mengemis.
“Sebelumnya Jamil berjualan di rumah namun sejak 2 minggu belakangan Jamil memilih menggelar dagangannya di pinggir jalan dengan kursi roda,” ucap Fau Zi yang berprovesi sebagai driver ojek online itu dalam tautannya.
Namun secara kasat mata buah-buahan yang dijual Jamil tampak sedikit keriput. Bagi Jamil 1 pcs buahnya yang terjual mampu memenuhi kebutuhan istri dan 4 orang anaknya.Menurut Fau Zi anak pertama Jamil bersekolah SMP sedangkan yang kedua tidak bersekolah.
“Saya tinggal di Warakas 8 Jakut, harga 1 pcs buah nya enam ribuan” ucap Fau Zi menirukan perkataan Jamil.
“Ketika saya menyelipkan uang seharga 1 pcs buah ketangannya, dia bertanya “Mau buah apa ? Adanya jeruk, pir dan apel” saya tak menjawab, karna langsung menghidupkan motor dan bergegas segera pamit pergi,” tutup Jamil.





