ZIMBABWE – Topan Idai tropis yang melanda Zimbabwe telah menewaskan 65 orang, berdasarkan data hingga Minggu (17/3/2019), yang dikonfirmasi pemerintah setempat.
Joshua Sacco, seorang legislator dari distrik Chimanimani Timur yang terkena dampak, mengatakan jumlah mereka yang hilang belum diketahui secara pasti.
“Kami berbicara tentang kehilangan nyawa, saat ini 65 kematian telah dikonfirmasi,” katanya kepada Anadolu Agency, dan mengatakan jumlah korban akan meningkat.
“Kami khawatir tentang daerah yang disebut Copper adalah pertemuan Sungai Rusitu dan Nyahode, di situlah seluruh kamp polisi dan beberapa rumah pemerintah tersapu, kami tidak tahu di mana para pekerja itu,” tambah Joshua.
Topan Idai menyebabkan jejak kehancuran dan mempengaruhi jutaan orang di wilayah yang berbatasan dengan Mozambik.
Karena cuaca yang buruk, militer Zimbabwe telah menggunakan transportasi darat untuk menyelamatkan mereka yang terdampar dan memberikan bantuan, meskipun beberapa jembatan rusak.
Sementara itu, Presiden Emmerson Mnangagwa pada hari Minggu dilaporkan menghentikan perjalanan resminya ke UEA karena bencana tersebut.
“Presiden Mnangagwa telah mempersingkat kunjungannya ke UEA untuk memastikan dia terlibat langsung dengan respons nasional dengan memberikan bantuan kepada para korban topan IDAI,” kata Kementerian Informasi dalam sebuah kicauan di twitter.





