
ESKALASI konflik di Yaman terjadi lagi dengan ditembak jatuhnya pesawat tempur Tornado milik AU Arab Saudi saat melancarkan serangan darat ke posisi lawannya, milisi Houthi (Jumat malam, 14/2).
Kantor Berita Reuters mengungkapkan, pesawat naas itu ditembak jatuh oleh milisi Houthi Jumat malam dengan rudal darat ke udara (Surface to Air Missile – SAM) yang didukung piranti penginderaan malam dan sensor panas. Kedua awaknya dilaporkan selamat dan diamankan oleh milisi Houthi.
Pihak Houthi mengaku menembakkan rudal yang diduga dipasok oleh sekutunya, Iran, sedangkan pesawat-pesawat Saudi itu sebelumnya melancarkan bombardemen di wilayah Al-Jawf yang menewaskan puluhan orang.
Kejadian itu menjadi babak baru di tengah konflik berdarah yang sudah berlangsung sejak 2015 dan menelan korban lebih 10-ribu orang itu, karena selama ini milisi Houthi diketahui hanya memiliki rudal darat ke darat (Surface to Surface Missile – SSM) yang menyasar wilayah Arab Saudi.
Rudal-rudal SSM Houthi yang diduga buatan Iran sekutunya atau rudal-rudal Scud eks-Uni Soviet yang dimiliki Iran dan dipasok ek Houthi selama ini selalu berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Saudi yang mengandalkan rudal-rudal anti rudal Patriot buatan AS.
Sejauh ini Iran mengembangkan sendiri berbagai jenis rudal termasuk rudal darat ke udara (SAM) Bavar-373, Falaq, Misagh 1 dan Misagh 2 selain mengoperasikan sistem pertahanan rudal darat ke udara S-300 Grumble buatan Rusia.
Sedangkan pesawat Tornado buatan Panavia (konsorsium Jerman, Inggeris dan Italia) yang diproduksi antara 1979 – 1999 dalam tiga versi yakni untuk serangan darat (IDS), perang elektronika (ICR) dan buru sergap (ADV) adalah andalan kekuatan NATO pada era tersebut dan sejauh ini sudah diproduksi 992 unit yang digunakan ketiga negara tersebut dan juga AU Arab Saudi.
Berkecepatan sampai 2,3 Mach, Tornado bisa dilengkapi dengan konfigurasi persenjataan seperti kanon 23 mm, rudal dari udara ke udara AIM-9 Sidewinder dan AIM-132 ASRAAM, enam rudal udara ke darat Maverick dan 12 Bremstone, rudal-rudal anti kapal dan anti radiasi.
Perang saudara di Yaman berkecamuk akibat perebutan kekuasaan antara milisi Houthi dukungan Iran melawan pengikut setia mantan Presiden Abdurrabuh Mansour Hadi yang didukung koalisi Saudi dan UEA.
Selain korban tewas, belum termasuk yang luka-luka, perang juga menyebabkan lebih sepertiga dari 29 juta penduduk Yaman terancam kelaparan dan jutaan mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman.
Dimana-mana, perang hanya menguntungkan kelompok elite dan produsen senjata, sementara rakyat selalu menjadi tumbalnya. (Reuters/ns)




