Terima Suap, Dua Menhan Cina Divonis Mati

Salah saty menhan China yamg akan diesekusi mati gegara korupsi: Wei Fenghe, satunya lagi LI Shangfu.

CARA China membasmi praktek korupsi di kalangan militer dan membuat jera pelakunya mungkin perlu ditiru. Baru-baru ini dua mantan menteri pertahanannya yang terbukti menerima rasuah dihukum mati.

Seperti dilaporkan Tempo, kedua mantan menhan yang dieksekusi mati gegara kasus rasuah dan korupsi itu, Kamis (7/5) yakni Wei Fenghe dan Li Shangfu. Pelaksanaan hukuman terhadap keduanya ditangguhkan selama dua tahun.

Sementara Xinhua yang dikutip CNA memberitakan, vonis terhadap keduanya dijatuhkan secara terpisah oleh pengadilan militer Cina. Baik Wei maupun Li juga merupakan mantan anggota Komisi Militer Sentral sekaligus mantan anggota Dewan Negara Cina.

Berdasarkan putusan pengadilan, Wei dinyatakan bersalah atas tindak pidana menerima suap, sedangkan Li dinyatakan bersalah atas tindak pidana menerima dan menawarkan suap.

Hak politik keduanya juga dicabut seumur hidup, dan seluruh harta benda pribadi mereka akan disita oleh otoritas negara tersebut.

Investigasi yang dilakukanterhadap Wei pada 2023 menemukan bahwa ia telah menerima “sejumlah besar uang dan barang berharga” sebagai suap dan “membantu orang lain mendapatkan keuntungan tidak semestinya dalam pengaturan kepegawaian.

Laporan Xinhua itu menambahkan bahwa tindakannya “sangat serius, dengan dampak yang sangat merugikan dan menimbulkan risiko bahaya (bagi bangsa dan luar biasa”.

Hukuman mati dengan penangguhan di Cina biasanya diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup jika pelaku tidak melakukan kejahatan selama masa penangguhan.

Putusan pengadilan menyatakan, tidak akan ada pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut setelah hukuman dikurangi menjadi penjara seumur hidup sesuai UU masa penangguhan hukuman selama dua tahun berakhir.

Wei, mantan komandan Pasukan Roket dari 2015-2017, digantikan oleh Li sebagai anggota dewan negara dan menteri pertahanan pada Maret 2023.

Li, salah satu jenderal kepercayaan Presiden Xi Jinping, telah mengawasi desain dan pengadaan senjata, dan memimpin visi Xi tentang modernisasi militer. Ia adalah pemimpin veteran program luar angkasa ambisius Cina, mengawasi berbagai misi luar angkasa.

Hukuman mati yang ditangguhkan

Hukuman mati yang ditangguhkan yang dijatuhkan kepada mereka diyakini sebagai salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan kepada pejabat militer senior Cina dalam beberapa dekade.

Mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), Guo Boxiong, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2016 karena menerima suap. Sementara mantan wakil ketua CMC lainnya, Xu Caihou, meninggal karena kanker pada 2015 saat sedang diselidiki atas kasus korupsi, sebelum diadili.

AB Cina telah menjadi salah satu obyek utama pemberantasan korupsi besar-besaran yang diperintahkan oleh Presiden Xi Jinping setelah berkuasa pada 2012.

Pembersihan tersebut mencapai Pasukan Roket elit, yang mengawasi senjata nuklir serta rudal konvensional, pada 2023.

Awal tahun ini, pembersihan tersebut meningkat lebih jauh, mengakibatkan pemecatan jenderal tertinggi di Tentara Pembebasan Rakyat, Zhang Youxia.
Ia merupakan wakil ketua CMC berpangkat tertinggi dan anggota Politbiro, dan telah lama dianggap sebagai sekutu Xi.

Lembaga Studi Strategis Internasional (IISS) menyebut, pemberantasan korupsi di jajaran militer Cina menciptakan persoalan serius dalam struktur komandonya dan kemungkinan telah menghambat kesiapan tentara China (PLA) melakukan modernisasi.

Bagaimana dengan pemberantasan Korupsi di kalanga TNI?
Berdasarkan keputusan MK No. 87/PUU-/XXI/2023 pada akhir 2024, KPK berwenang menyelidiki dan mengusut kasus korupsi yang melibatkan prajurit TNI aktif terutama alam perkara konektivitas (melibatkan sipil an militer).

Namun kenyataannya sudah menjadi rahasia umum, sulit bagi KPK melakukannya, kecuali beberapa kasus seperti korupsi di Basarnas pada 2023.
(CNN/Tempo/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here