JAKARTA – Budaya kuno di Nepal Chhaupadi yang mengharuskan gadis menstruasi diasingkan ke sebuah gubuk kembali memakan korban jiwa. Kali ini, seorang gadis usia 18 tahun tewas karena digigit ular berbisa yang menyelinap ke tempat dia dikucilkan.
Gadis bernama Tulasi Shahi itu digigit sebanyak dua kali dan meninggal tak lama kemudian karena tidak segera ditangani oleh ahli medis. Setelah digigit orang tua korban justru membawanya ke dukun.
“Dia sempat bertahan selama tujuh jam setelah digigit ular dan meninggal karena tidak mendapat pertolongan medis,” kata Wali Kota setempat Surya Bahadur Shahi, seperti dilansir Rusia Today, (12/7).
Insiden terjadi di distrik Dailekh itu sempat membuat geger penduduk setempat.Meski Mahkamah Agus Nepal telah mengeluarkan larangan terhadap aktivitas itu sejak 2005 lalu, namun hal itu masih terus dipraktikkan bahkan di kota-kota besar.
Mereka percaya para gadis menstruasi itu sedang dalam keadaan tidak suci dan tidak boleh disentuh. Oleh karena itu, mereka harus dijauhkan dari segala aktivitas normal dalam keluarga dan tidak diperbolehkan berhubungan dengan pria manapun.





