TRENGGALEK – Sterilisasi wabah antraks dilakukan di kawasan sekitar ditemukannya wabah diduga virus antraks, hingga radius sembilan kilometer oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Budi Satriawan mengatakan sudah berlakukan sterilisasi dengan menetapkan zona merah, kuning dan hijau hingga radius sembilan kilometer.
Sejak ditemukan kasus pertama kali pada Jumat (17/2), Budi mengatakan tim kesehatan hewan telah melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan desinfektan di area zona merah hingga radius tiga kilometer, terutama di lokasi kandang sapi yang diidentifikasi terpapar antraks.
Petugas juga melakukan penyuntikan sejenis antibiotik terhadap sejumlah ternak yang berada di area yang sama untuk mengantisipasi penularan lebih lanjut, ujarnya.
“Targetnya minimal akan dilakukan sterilisasi hingga enam kali, khususnya di area zona merah dan kuning dengan rentang dua hari sekali,” kata Budi, Senin (20/1/2017), dikutip dari Antara.
Diberitakan sebelumnya, tim Kesehatan Hewan di bawah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menemukan dugaan wabah antraks yang teridentifikasi di satu desa setempat dan telah menular pada manusia.
Dugaan antraks muncul setelah petugas kesehatan hewan secara tidak sengaja mendapat laporan keluhan dari korban Thoimin, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu karena menderita luka gores, namun tak kunjung sembuh dan bengkak menyerupai bisul.
Berdasar hasil pemeriksaan visual tim keswan, luka bengkak mirip bisul akibat luka sayat itu mirip penyakit antraks kulit.
Temuan kasus diduga antraks tersebut menurut Budi sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Balai Besar Veteriner di Wates Yogyakarta serta Kementerian Pertanian.




