WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ledakan dahsyat di Beirut kemungkinan merupakan serangan bom.
Dugaan Trump tersebut sebagai bentuk ketidakpercayaannya atas pernyataan pemimpin Lebanon yang mengatakan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bahan peledak tinggi yang telah disimpan di gudang-gudang di ibukota selama bertahun-tahun.
Namun Trump menegaskan negaranya siap membantu, “Amerika Serikat siap membantu Lebanon,” kata Trump pada pertemuan singkat Gedung Putih mengenai ledakan Selasa, yang menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai ribuan lainnya.
Ketika ditanya tentang penggambaran ledakannya, Trump mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan beberapa jenderal AS yang merasa ledakan itu bukan semacam jenis ledakan manufaktur.
“Menurut para jenderal yang tidak disebutkan namanya ini, ledakan itu tampaknya adalah serangan. Itu semacam bom,” tukasnya, dikutip Reuters





