
PRESIDEN AS Donald Trump mengancam akan menghentikan kucuran dana bagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) jika organisasi PBB itu tidak meningkatkan cara yang lebih “substantif” bagi penanganan Covid-19.
Surat ultimatum tersebut dilayangkan Presiden Trump dengan memberikan batas waktu 30 hari bagi WHO untuk melakukan pembenahan sesuai poin-poin yang diusulkan oleh AS.
Jika tidak direspons, AS akan menghentikan seluruh pendanaan karena menganggap pimpinan WHO saat ini Dr. Tedros Adhanom Gebhreyesus gagal menangani Covid-19 yang kini sudah menjadi pandemi global.
Trump menuding (kredibilitas-red) organisasi yang bernaung di bawah bendera PBB itu memprihatinkan karena dianggap “kurang bebas” menyikapi China dan melakukan “pengabaian secara konsisten” laporan yang kredibel.
WHO juga dianggap terlambat mendeklarasikan Covid-19 sebagai situasi darurat global walau sudah menjadi epidemi di China sejak pertama terdeteksi di kota Wuhan, Prov, Hubei, medio Desember lalu, bahkan memuji-muji China yang dinilai Trump malah kurang kooperatif.
Menurut Trump, jika Gheberyesus bertindak lebih cepat seperti dilakukan Ketua WHO Dr. Harlem Brundtlam saat menangani sindrom pernafasan akut (SARS), 2003 lalu, lebih banyak nyawa manusia yang bisa diselamatkan.
Bahkan Trump yang mencalonkan diri lagi untuk periode kedua Pilpres AS mengecam WHO dan menganggapnya sebagai “boneka “ China karena membiarkan negeri tirai bambu itu menyembunyikan data dan fakta sebenarnya terkait Covid-19.
Dalam pertemuan virtual Dewan Kesehatan Dunia, Menteri Kesehatan AS Alex Azar juga menilai WHO telah membiarkan Covid-19 tak terkendali dan “menyebabkan hilangnya banyak nyawa”.
Sebaliknya, Presiden China, Xi Jinping sendiri di berbagai forum menyangkal tudingan Trump dan menyebutkan, pemerintahnya terus merilis informasi secara terbuka dan transparan mengenai perkembangan Covid-19.
Saat ini AS menempati jumlah korban Covid19 paling tinggi di dunia yakni 99.890 warganya tewas dari seluruhnya sekitar 1.509.597 juta warganya yang terpapar virus maut tersebut (sampai 21/5).
Jika AS menarik diri, WHO bakal kehilangan 400 juta dollar AS setahun (sekitar Rp6,3 triliun) atau setara 15 persen dari total kontribusi 250 negara anggotanya. (CNN/AFP/ns)




