Tuduhan Penganiayaan, 10 Orangtua Korban Vaksin Palsu Dilaporkan

Keluarga korban emosi saat bertemu pihak RS St Elisabeth Bekasi/ Liputan6.com

BEKASI – Sepuluh orang tua pasien korban vaksin palsu dilaporkan ke polisi atas tuduhan penganiayaan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum St Elisabeth Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Sebab yang kena pukul bukan hanya saya, tapi juga dua orang pengacara saya,” kata Direktur Utama RS St Elisabeth Kota Bekasi Antonius Yudianto di Bekasi, Selasa (26/7/2016).

Kejadian pemukulan oleh orangtua korban terjadi saat berlangsungnya proses audiensi pada 16 Juli 2016.
“Saat itu situasi ruang udiensi tiba-tiba memanas dan banyak orang tua pasien yang mengintimidasi saya dan berujung pada pemukulan terhadap saya dan pengacara,” katanya.

Antonius mengaku mengalami luka pukul di bagian tengkuk leher dan luka tersebut telah dibuktikan melalui visum. Menurut dia, ada sekitar sepuluh oknum keluarga pasien yang menganiaya dirinya saat terjadi kericuhan akibat dugaan penggunaan vaksin palsu di RS Elisabeth.

“Jumlahnya cukup banyak. Kalau saya lihat ada sekitar sepuluh orang yang melakukan tindakan kekerasan secara fisik pada kami,” katanya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan dugaan perkara pidana itu kepada kepolisian setempat untuk segera dilakukan penanganan. “Pekan lalu laporannya sudah saya sampaikan kepada polisi untuk segera ditelusuri dan diselesaikan,” katanya, dikutip dari Antara.

Advertisement