Tujuh WNI Diduga Disandera Dua Kelompok Berbeda, Al Habsy Salah Satunya

Ilustrasi/ Kelompok militan Filipina yang kerap melakukan penyanderaan/ AFP

JAKARTA – Penculika tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) awak kapal TB.Charles yang hilang di perairan Filipina Selatan, diduga telah diculik oleh dua kelompok bersenjata yang berbeda.

Hal ini diungkapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurutnya, salah satunya dikenali sebagai kelompok Al Habsy Mesaya, kelompok bersenjata di Filipina Selatan, yang menahan empat dari tujuh WNI tersebut.

“Salah satu bisa dipastikan Alhabsi. Satunya lagi kelompoknya pertama. Kita verifikasi terus, kita cek bener dimana keberadaannya,” ujar Gatot kepada wartawan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/6/2016).

Hingga kini, keempatnya masih berada di wilayah Jolo, yang memang merupakan sarang dari sejumlah kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

Diberitakan Tribunnews, Gatot memastikan kondisi mereka kini sehat meskipun dirinya belum bisa berkomunikasi langsung lewat telepon dengan para sandera, “Siang tadi sehat, tetapi saya belum langsung komunikasi dengan sandera,” ujarnya.

Seperti diketahui, penculikan tujuh WNI terjadi dua kali dengan waktu yang berbeda. Kelompok pertama menculik tiga orang WNI, yakni Ery Arifin, Muh. Mahbrur Dahri, dan Edy Suryono.

Selang satu jam setelahnya, kelompok kedua datang dan menculik empat orang lainnya, mereka adalah Ismail, Robin Piter, Muhammad Nasir dan Muhamad sofyan.

Kelompok kedua itu lah yang diduga merupakan kelompok Al Habsy. Sedangkan kelompok pertama menurut Panglima, identitasnya masih ditelusuri. Namun sejumlah media di Filipina memberitakan kemungkinan diculik oleh kelompok Abu Sayyaf.

Advertisement