Tukang Becak Asal Semarang ini Segera Ikuti Kejuaraan Lari di Chile

lari

JAKARTA – Dulu atlet sekarang tukang becak. Itu lah dia Darmiyanto (82), mantan pelari marathon asal Jawa Tengah. Saat mangkal di Jalan Jenderal Sudirman Darmiyanto selalu bergaya nyentrik dengan kostum berwarna ngejreng. Tak pernah ketinggalan, topi dan kacamata rainbow selalu ia kenakan untuk melindungi kepala dan matanya dari panas terik matahari.

Setiap hari, kakek lima putra dan 10 cucu itu berlari dari rumahnya di Dusun Ngemplak Tugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, menuju pangkalan becaknya di Kota Salatiga yang berjarak sekitar 11 kilometer. Begitupun saat ia pulang.

“Saya lari pulang pergi ke Salatiga, rutenya tiap hari berubah agar tidak bosan. Dengan berlari setiap hari, badan saya tetap sehat,” katanya seperti dilansir Tribun Jateng (23/10).

Dahulu Dar banyak merain prestasi mulai nomor lari jarak pendek, menengah 5.000 meter, hingga 10.000 meter, dan lari marathon. Bahkan, sejumlah negara pernah didatanginya untuk mengikuti ajang lomba atletik, baik saat masih muda atau setelah memasuki kelas pelari veteran.

Negara yang pernah didatanginya adalah Malaysia, Singapura, dan terakhir pada 25 Oktober hingga 6 November 2016 di Australia. Saat itu, ia turun di jarak 200 meter, 400 meter, dan 800 meter.

“Lumayan bisa meraih juara dan mendapatkan bonus. Di jarak 400 meter dapat juara 3, sedangkan jarak 200 meter, dan 800 meter juara 6,” paparnya.

Total hingga saat ini, Par Dar telah mengantongi sembilan piala dan 171 medali dari berbagai lomba lari yang ia ikuti.
Menurut rencana, pada pertengahan November 2017, Dar akan mengikuti kejuaraan lari bertitel South American Masters Athletics Championships di Santiago, Chile. Rencananya, ia akan turun di nomor jarak pendek, menengah, dan jarak jauh.

“Saya sudah dipanggil ke kantor KONI Salatiga untuk mempersiapkan lomba atletik veteran di Amerika,” jelasnya.
Minim perhatian

Advertisement